Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Ditikam OTK di Ilaga, ASN Dinas PU Puncak Dirujuk ke Makassar, Pemkab Kawal Rujukan dan Tanggung Biaya Pengobatan

Etty Welerbadge-check


					Ditikam OTK di Ilaga, ASN Dinas PU Puncak Dirujuk ke Makassar, Pemkab Kawal Rujukan dan Tanggung Biaya Pengobatan Perbesar

TIMIKA – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Puncak, Muchsin Muchtar (45), mengalami luka serius setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di sekitar Pasar Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Korban mengalami luka tusuk di bagian leher akibat senjata tajam sejenis golok yang dihujamkan dari arah belakang hingga menembus bagian depan leher. Bahkan, saat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ilaga, senjata tajam tersebut masih tertancap di leher korban.

20261102

Karena keterbatasan fasilitas medis, peralatan, serta tenaga dokter spesialis di RSUD Ilaga, korban akhirnya harus dirujuk ke RSUD Mimika, Timika, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tenaga kesehatan RSUD Ilaga, Mairon Marweri, menjelaskan korban tiba di IGD sekitar pukul 16.00 WIT dalam kondisi badik masih tertancap di leher. Tim medis saat itu langsung melakukan tindakan awal untuk menghentikan perdarahan agar kondisi korban tidak semakin memburuk.

“Korban diantar ke IGD dalam kondisi golok masih tertancap di leher. Kami langsung mengambil tindakan untuk menghentikan darah yang terus keluar agar pasien tidak kehilangan banyak darah. Karena keterbatasan fasilitas, pasien harus dirujuk ke RSUD Mimika,” jelas Mairon saat ditemui di RSUD Mimika, Senin (2/11/2026).

Mairon mengatakan, korban kemudian diberangkatkan dari Ilaga menuju Timika pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 07.00 WIT. Setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika, korban langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, membenarkan peristiwa penikaman yang menimpa salah satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak tersebut.

Ia mengatakan, setelah kejadian, aparat keamanan langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Ilaga. Namun, melihat kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis lebih intensif, pemerintah daerah memutuskan untuk merujuknya ke Timika.

20261102

Pemerintah Kabupaten Puncak bersama aparat keamanan turut mengawal proses evakuasi hingga korban tiba di RSUD Mimika.

Nenu menegaskan, pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi korban. Bahkan, seluruh kebutuhan pembiayaan pengobatan, baik selama menjalani perawatan di Timika maupun selama proses rujukan ke Makassar, akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama keluarga.

“Kami hadir di sini atas nama Pemerintah Kabupaten Puncak. Bupati dan Wakil Bupati mempercayakan kepada saya selaku Sekda untuk mendampingi sekaligus melihat langsung kondisi pasien yang merupakan ASN pada Dinas PU Kabupaten Puncak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Puncak dan Kepala Dinas PU untuk memastikan seluruh kebutuhan korban selama menjalani pengobatan dapat terpenuhi.

“Untuk semua kebutuhan korban, saya sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Kepala Dinas PU Puncak. Pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin membiayai seluruh kebutuhan pasien, baik selama dirawat di RSUD Mimika maupun nantinya di Makassar, termasuk kebutuhan keluarga yang mendampingi,” tegasnya.

Terkait kronologi lengkap dan motif penikaman, Nenu mengatakan pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat keamanan, khususnya Polres Puncak beserta jajarannya.

Di sisi lain, Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Puncak, khususnya Sekda Nenu Tabuni, yang turut mendampingi korban sejak proses evakuasi dari RSUD Ilaga hingga tiba di RSUD Mimika.

20261102

Lucky menjelaskan, setelah tiba di RSUD Mimika, tim medis langsung melakukan observasi dan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi terkini korban serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi medis, kondisi korban dinilai membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan yang lebih lengkap. Karena itu, tim medis memutuskan untuk merujuk korban ke RS Wahidin Sudirohusodo di Makassar.

“Sesuai hasil observasi dan evaluasi tindakan medis, kondisi pasien memang cukup serius sehingga membutuhkan penanganan lanjutan. Oleh karena itu, pasien harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, yakni RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar,” jelas Lucky.

Ia mengatakan, sebelum proses rujukan dilakukan, tim medis RSUD Mimika telah mempersiapkan berbagai data dan dokumen medis, termasuk pemeriksaan foto toraks serta hasil observasi untuk menjadi bahan informasi bagi tim medis rumah sakit penerima.

Menurutnya, persiapan tersebut penting agar pihak RSUP Dr. Wahidin Makassar dapat mengetahui perkembangan awal kondisi pasien dan melanjutkan penanganan sesuai kebutuhan medis.

“Kami berharap pasien segera mendapatkan penanganan lanjutan sehingga kondisinya bisa membaik dan pulih. RSUD Mimika berupaya memberikan pelayanan maksimal serta mempersiapkan seluruh data medis yang dibutuhkan selama proses rujukan,” ungkapnya.

20261102

Hingga berita ini diturunkan, Muchsin Muchtar bersama tim medis RSUD Mimika, tim medis dari Kabupaten Puncak, keluarga, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Puncak telah diberangkatkan menuju Makassar untuk menjalani penanganan medis lanjutan di RS Wahidin Sudirohusodo. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA Paniai Edukasi Siswa SMP Negeri Wegee Bino tentang Pencegahan HIV-AIDS

2 November 2026 - 07:56 WIB

IMG 20261102 WA0023

KPA Paniai Edukasi Jemaat Yerusalem Yimouto tentang Pencegahan HIV-AIDS

2 November 2026 - 07:52 WIB

IMG 20261102 WA0000

Serahkan Kasus Penikaman ASN ke Polisi, Pemkab Puncak Minta Keluarga Korban dan Warga Tetap Tenang, Kapolres Bentuk Tim Buru Pelaku

2 November 2026 - 07:46 WIB

20261102

Bupati Nabire Dorong Penataan Kenaikan Pangkat ASN, OPD Diminta Siapkan Operator Kepegawaian

2 November 2026 - 07:33 WIB

IMG 20261102 163315

Rektor USWIM Apresiasi Aksi Mahasiswa Papua Tengah, Dorong Pemerintah Bangun Perpustakaan Daerah dan Kampus

2 November 2026 - 07:28 WIB

IMG 20261102 WA0016
Trending di News