PANIAI – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali melakukan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS kepada siswa-siswi SMP Negeri Wegee Bino, Kampung Yimouto, Distrik Wegee Bino, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa-siswi yang dinilai perlu mendapatkan pemahaman mengenai HIV-AIDS, cara penularannya, langkah pencegahan, serta pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Kepala SMP Negeri Wegee Bino, Alpius Gobai, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah memenuhi undangan sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim KPA Paniai yang telah hadir memberikan materi sosialisasi pencegahan HIV-AIDS kepada siswa-siswi SMP Negeri Wegee Bino,” ujar Gobai.
Ia berharap para siswa dapat mengikuti materi dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika bergaul dengan teman sebaya dan menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.
Menurutnya, edukasi kesehatan sejak usia sekolah penting agar generasi muda mampu memahami risiko HIV-AIDS, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta mengetahui langkah yang tepat untuk melindungi kesehatan diri.
“Materi ini penting bagi anak-anak sekalian sebagai bahan refleksi dalam pergaulan sosial. Kalian harus memahami cara mencegah HIV-AIDS dan tidak mengambil keputusan yang berisiko terhadap kesehatan,” katanya.
Pemerintah distrik apresiasi kegiatan KPA
Kepala Distrik Wegee Bino, Otniel Gobai, S.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran KPA Kabupaten Paniai yang memberikan edukasi kesehatan kepada pelajar di wilayahnya.
“Kami sebagai pemerintah Distrik Wegee Bino mengapresiasi kedatangan KPA Paniai. Karena itu, adik-adik harus menerima dan memahami materi ini dengan baik. Pengetahuan tentang kesehatan sangat penting bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pencegahan HIV-AIDS sehingga mereka mampu menjaga diri, memahami risiko kesehatan, dan menyebarkan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.
KPA Paniai tekankan pentingnya edukasi sejak sekolah
Sekretaris KPA Kabupaten Paniai, Agustinus Muyapa, S.H., mengatakan bahwa sosialisasi di SMP Negeri Wegee Bino merupakan bagian dari upaya KPA untuk memperluas edukasi pencegahan HIV-AIDS di lingkungan pendidikan di Kabupaten Paniai.
“Kami berterima kasih kepada pihak SMP Negeri Wegee Bino yang telah mengundang kami untuk memberikan sosialisasi pencegahan HIV-AIDS kepada anak-anak. Materi ini penting agar mereka memahami HIV-AIDS, cara penularannya, dan bagaimana mencegahnya,” kata Muyapa.
Ia mengajak para siswa mendengarkan materi dengan saksama dan tidak ragu mencari informasi kesehatan dari sumber yang benar dan tenaga kesehatan yang kompeten.
Menurutnya, edukasi yang tepat sejak dini dapat membantu pelajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta menghindari informasi keliru mengenai HIV-AIDS.
Pemateri jelaskan penularan dan pencegahan HIV-AIDS
Dalam kegiatan tersebut, Anselmus Muyapa, A.Md.Kes., bertindak sebagai pemateri. Ia menjelaskan sejumlah pokok bahasan, mulai dari pengenalan dan sejarah HIV-AIDS, perbedaan HIV dan AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, hingga gejala yang dapat muncul pada orang dengan HIV.
Ia menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjutan akibat infeksi HIV yang tidak ditangani secara tepat.
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu kepada anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. HIV tidak menular melalui bersalaman, berpelukan, berbagi tempat duduk, atau berinteraksi sehari-hari dengan orang yang hidup dengan HIV.
Pemateri juga menekankan bahwa pencegahan dilakukan melalui pemahaman kesehatan yang benar, menghindari perilaku berisiko, tidak berbagi jarum suntik, serta menjalani pemeriksaan HIV sesuai kebutuhan dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Selain itu, siswa diajak memahami bahwa HIV tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan diskriminasi. Orang dengan HIV tetap memiliki hak untuk belajar, bekerja, berinteraksi, dan memperoleh pelayanan kesehatan secara bermartabat.
Melalui sosialisasi tersebut, KPA Kabupaten Paniai berharap para siswa SMP Negeri Wegee Bino semakin memahami HIV-AIDS, mampu membedakan fakta dan informasi yang keliru, serta ikut membangun lingkungan sekolah yang sehat, peduli, dan bebas stigma.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengetahuan kesehatan di kalangan pelajar sekaligus mendorong keterlibatan sekolah, pemerintah distrik, dan masyarakat dalam pencegahan HIV-AIDS di Kabupaten Paniai. (Cr1)








