Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, saat ini Aroanop dan Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sedang mengalami kekeringan yang luar biasa. Persediaan air sudah sangat menipis, hingga masyarakat tidak bisa berkebun.

Menurut Johannes, bantuan bahan makanan saat ini telah disiapkan dan akan didistribusikan ke dua kampung ini. Namun, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia terkait akses dan transportasi, mengingat wilayah Aroanop dan Tsinga berada di area perusahaan.

“Wilayah tersebut ada di area PT Freeport, sehingga kita harus koordinasi terkait transportasi. Kami sudah siap melakukan tapi kita harus koordinasi dulu. Bahan makanan semua sudah siap, tinggal kita drop saja,” kata Johannes Rettob saat diwawnacarai usai apel pagi, Senin (31/08/2026).

Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Mimika juga akan mengirimkan tim untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus mendata kebutuhan yang diperlukan.

Johannes mengatakan, sejauh ini baru Arwanop dan Tsinga yang melaporkan kondisi kekeringan. Pemerintah daerah masih menunggu laporan dari seluruh kepala distrik untuk mengetahui kemungkinan adanya wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.

“Katanya situasi di sana sudah kering, jadi mereka tidak bisa berkebun. Kalau tidak salah hari ini atau besok itu ada tim yang turun ke sana untuk lihat bagaimana perkembangan semua, apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, persoalan berbeda terjadi di Distrik Agimuga. Kekeringan menyebabkan air sungai mengering sehingga mengganggu aktivitas transportasi masyarakat dan distribusi barang.

Johannes menjelaskan, kondisi tersebut membuat pengangkutan barang melalui jalur sungai tidak dapat dilakukan secara normal. Pemerintah kemudian menyiapkan solusi sementara dengan mengangkut barang menggunakan kapal besar hingga Fakafuku.

Dari Fakafuku, barang kemudian dipindahkan ke perahu berukuran lebih kecil untuk selanjutnya dibawa menuju Kiliarma.

“Persoalan di Agimuga berbeda. Itu yang kering adalah sungainya. Sehingga tidak bisa ada drop bawa barang ke sana, beras apa-apa itu tidak bisa. Masyarakat tidak bisa bolak-balik,” terangnya.

Meski sudah ada skema alternatif untuk distribusi logistik, Johannes berharap hujan segera turun di wilayah tersebut agar kondisi sungai kembali normal dan aktivitas transportasi masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029

Reggae Festival ke-XI, Kapolda Papua Tengah Dorong Anak Muda Berkarya dan Berprestasi

16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

IMG 20261016 WA0028

Karhutla Capai 33.797 Hektare di Tanah Papua, Kapolda Dorong Langkah Terpadu

16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261016 WA0024

Papua Reggae Festival XI Buka Peluang bagi Seniman dan Mama-Mama Papua Jual Hasil Kerajinan

16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261016 WA0021
Trending di Headline