Menu

Mode Gelap
IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi

Headline

Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, saat ini Aroanop dan Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sedang mengalami kekeringan yang luar biasa. Persediaan air sudah sangat menipis, hingga masyarakat tidak bisa berkebun.

Menurut Johannes, bantuan bahan makanan saat ini telah disiapkan dan akan didistribusikan ke dua kampung ini. Namun, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia terkait akses dan transportasi, mengingat wilayah Aroanop dan Tsinga berada di area perusahaan.

“Wilayah tersebut ada di area PT Freeport, sehingga kita harus koordinasi terkait transportasi. Kami sudah siap melakukan tapi kita harus koordinasi dulu. Bahan makanan semua sudah siap, tinggal kita drop saja,” kata Johannes Rettob saat diwawnacarai usai apel pagi, Senin (31/08/2026).

Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Mimika juga akan mengirimkan tim untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus mendata kebutuhan yang diperlukan.

Johannes mengatakan, sejauh ini baru Arwanop dan Tsinga yang melaporkan kondisi kekeringan. Pemerintah daerah masih menunggu laporan dari seluruh kepala distrik untuk mengetahui kemungkinan adanya wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.

“Katanya situasi di sana sudah kering, jadi mereka tidak bisa berkebun. Kalau tidak salah hari ini atau besok itu ada tim yang turun ke sana untuk lihat bagaimana perkembangan semua, apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, persoalan berbeda terjadi di Distrik Agimuga. Kekeringan menyebabkan air sungai mengering sehingga mengganggu aktivitas transportasi masyarakat dan distribusi barang.

Johannes menjelaskan, kondisi tersebut membuat pengangkutan barang melalui jalur sungai tidak dapat dilakukan secara normal. Pemerintah kemudian menyiapkan solusi sementara dengan mengangkut barang menggunakan kapal besar hingga Fakafuku.

Dari Fakafuku, barang kemudian dipindahkan ke perahu berukuran lebih kecil untuk selanjutnya dibawa menuju Kiliarma.

“Persoalan di Agimuga berbeda. Itu yang kering adalah sungainya. Sehingga tidak bisa ada drop bawa barang ke sana, beras apa-apa itu tidak bisa. Masyarakat tidak bisa bolak-balik,” terangnya.

Meski sudah ada skema alternatif untuk distribusi logistik, Johannes berharap hujan segera turun di wilayah tersebut agar kondisi sungai kembali normal dan aktivitas transportasi masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Warga, Distrik Topiyai Salurkan Lima Ton Beras Bansos Tahap II Langsung Ke 10 Kampung 

31 Agustus 2026 - 08:57 WIB

IMG 20260831 WA0039

BPBD dan SAR Mimika Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

31 Agustus 2026 - 08:53 WIB

IMG 20260831 WA0037

Sidang Kasus CKC Nabire Aman, Kapolres: Jangan Ada Pihak Yang Inginkan Chaos 

31 Agustus 2026 - 08:43 WIB

IMG 20260831 WA0035

Sidang Kelima Kasus CKC di Nabire Memanas, Keluarga Menuntut Keadilan Seadil-adilnya 

31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

IMG 20260831 WA0034

Misteri Kematian Dua Pelajar SMK di SP3, Lima Saksi Telah Diperiksa

31 Agustus 2026 - 08:27 WIB

IMG 20260830 WA0002
Trending di Headline