Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Mimika akan Salurkan Bama ke Aroanop-Tsinga Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, saat ini Aroanop dan Tsinga, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sedang mengalami kekeringan yang luar biasa. Persediaan air sudah sangat menipis, hingga masyarakat tidak bisa berkebun.

Menurut Johannes, bantuan bahan makanan saat ini telah disiapkan dan akan didistribusikan ke dua kampung ini. Namun, pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia terkait akses dan transportasi, mengingat wilayah Aroanop dan Tsinga berada di area perusahaan.

“Wilayah tersebut ada di area PT Freeport, sehingga kita harus koordinasi terkait transportasi. Kami sudah siap melakukan tapi kita harus koordinasi dulu. Bahan makanan semua sudah siap, tinggal kita drop saja,” kata Johannes Rettob saat diwawnacarai usai apel pagi, Senin (31/08/2026).

Selain menyalurkan bantuan, Pemkab Mimika juga akan mengirimkan tim untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus mendata kebutuhan yang diperlukan.

Johannes mengatakan, sejauh ini baru Arwanop dan Tsinga yang melaporkan kondisi kekeringan. Pemerintah daerah masih menunggu laporan dari seluruh kepala distrik untuk mengetahui kemungkinan adanya wilayah lain yang mengalami persoalan serupa.

“Katanya situasi di sana sudah kering, jadi mereka tidak bisa berkebun. Kalau tidak salah hari ini atau besok itu ada tim yang turun ke sana untuk lihat bagaimana perkembangan semua, apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, persoalan berbeda terjadi di Distrik Agimuga. Kekeringan menyebabkan air sungai mengering sehingga mengganggu aktivitas transportasi masyarakat dan distribusi barang.

Johannes menjelaskan, kondisi tersebut membuat pengangkutan barang melalui jalur sungai tidak dapat dilakukan secara normal. Pemerintah kemudian menyiapkan solusi sementara dengan mengangkut barang menggunakan kapal besar hingga Fakafuku.

Dari Fakafuku, barang kemudian dipindahkan ke perahu berukuran lebih kecil untuk selanjutnya dibawa menuju Kiliarma.

“Persoalan di Agimuga berbeda. Itu yang kering adalah sungainya. Sehingga tidak bisa ada drop bawa barang ke sana, beras apa-apa itu tidak bisa. Masyarakat tidak bisa bolak-balik,” terangnya.

Meski sudah ada skema alternatif untuk distribusi logistik, Johannes berharap hujan segera turun di wilayah tersebut agar kondisi sungai kembali normal dan aktivitas transportasi masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ambulans Agimuga Rusak, Dinkes Mimika Siapkan Kendaraan Baru

11 September 2026 - 06:47 WIB

IMG 20260911 WA0000

Prokopim Mimika Sukses Gelar Rakor Protokol 2026, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Pemerintah

11 September 2026 - 06:42 WIB

20260908

BULD DPD RI Dorong Perda di Daerah Lebih Responsif dan Berpihak pada Masyarakat

10 September 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260910 WA0033

Pesan Gubernur Meki Nawipa untuk Masyarakat: “Saya Tidak Kasih Uang, tetapi Saya Kasih Program”

10 September 2026 - 13:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.52.30

Pimpinan II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Wagub Deinas Geley ke Paniai

10 September 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260910 WA0030
Trending di Headline