TIMIKA — Misteri meninggalnya dua pelajar SMK yang ditemukan tewas di sebuah bengkel Ketok Magic di Jalan Yan Tinal, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Minggu (30/8/2026) pagi, masih terus diselidiki aparat kepolisian.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua pelajar tersebut kehilangan nyawa.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda perkelahian ataupun bentrokan fisik sebelum kedua korban meninggal dunia.
Kepala Satreskrim Polres Mimika, AKP Putut Yudha Pratama, mengatakan olah TKP dilakukan sesaat setelah kedua korban dievakuasi.
“Tidak ada jejak perkelahian di sana, tapi ada sejumlah barang bukti yang diamankan,” ujar Putut seusai mengikuti apel gabungan di gedung DPRK Mimika, Senin (31/8/2026).
Sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Di antaranya satu unit kunci motor serta botol dan gelas yang diduga digunakan sebagai wadah untuk mengonsumsi minuman keras.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengetahui aktivitas maupun kondisi kedua korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Selain mengamankan barang bukti, polisi juga telah memeriksa lima orang saksi. Keterangan para saksi diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi kejadian secara lebih utuh.
Meski demikian, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan motif maupun penyebab pasti meninggalnya kedua pelajar tersebut.
Penyidik juga belum memastikan adanya hubungan kasus ini dengan konflik antarkelompok yang sedang terjadi di wilayah Distrik Kwamki Narama.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan dan akan terus dilakukan penyelidikan,” kata Putut.
Polres Mimika masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap fakta di balik kematian kedua pelajar tersebut, termasuk mengetahui kronologi lengkap kejadian dan pihak-pihak yang mungkin terlibat. (IT)






