TIMIKA — Mengantisipasi berbagai potensi bencana di Kabupaten Mimika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mimika memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui Pelatihan Penjagaan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 31 Agustus–1 September 2026, tersebut dipusatkan di Kantor SAR Mimika dan diikuti sekitar 50 peserta. Mereka berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mimika, Kantor SAR Mimika, instansi terkait, serta relawan kebencanaan.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, lembaga sosial, relawan, hingga seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan yang sama dalam menghadapi ancaman bencana.
“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” kata Ananias.
Ia menyebut sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai di Mimika, di antaranya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran permukiman.
“Kondisi alam yang semakin tidak menentu, perubahan iklim, serta perubahan pola cuaca menjadi perhatian bersama, terutama bagi wilayah Papua dan Kabupaten Mimika yang memiliki karakteristik geografis dan lingkungan yang rentan terhadap berbagai ancaman bencana,” ujarnya.
Ananias menekankan, penanggulangan bencana tidak boleh hanya mengandalkan tindakan setelah bencana terjadi. Langkah pencegahan dan pengurangan risiko harus dilakukan sejak dini melalui penguatan mitigasi, peningkatan kapasitas, serta kesiapsiagaan seluruh unsur terkait.
“Upaya pengurangan risiko, mitigasi, peningkatan kapasitas, dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar dampak bencana dapat diminimalkan dan sebanyak mungkin jiwa dapat diselamatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mimika, Aser Korwa, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana.
Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antara BPBD, SAR, OPD terkait, serta relawan kebencanaan.
Aser berharap, ketika terjadi bencana, seluruh unsur yang terlibat tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi dapat bergerak secara cepat, tepat, terpadu, dan responsif sesuai tugas masing-masing.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, kapasitas sumber daya manusia semakin meningkat dan koordinasi antarpihak semakin kuat, sehingga ketika terjadi bencana seluruh unsur sudah mengetahui peran dan langkah yang harus dilakukan,” harapnya.
Dengan penguatan kapasitas dan koordinasi tersebut, BPBD Mimika berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan masyarakat di Kabupaten Mimika. (Cr2)







