SORONG – Ketua DPW Jaringan Petani Persada Nusantara (JPPN) Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Fredrik Kambu, M.Si, mendorong Pemerintah Daerah Khusus Provinsi Papua Barat Daya untuk memberikan perhatian dan afirmasi khusus kepada petani Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Fredrik, perhatian serius terhadap petani OAP di 5 Kabupaten dan 1 Kota sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat asli di Papua Barat Daya.
“Selama ini petani OAP belum mendapatkan pendampingan dan bantuan yang maksimal. Kami berharap pemerintah hadir dengan program yang tepat sasaran,” ujar Fredrik, Senin (25/8/2026).
Untuk itu, JPPN Papua Barat Daya mengusulkan 3 langkah strategis:
Pertama, dinas Pertanian memberikan program afirmasi kekhususan bagi petani OAP.
Kedua, memberikan kepercayaan kepada lembaga untuk melakukan pendataan akurat OAP yang benar-benar berprofesi sebagai petani dan berkebun.
Ketiga, menyalurkan bantuan alat pertanian, pupuk, dan modal usaha agar petani OAP dapat meningkatkan produktivitas.
“Jangan biarkan lahan masyarakat tidur terlantar. Dengan bantuan alat, pupuk dan modal, kami yakin petani OAP mampu bersaing dan sejajar dengan saudara-saudara non OAP,” harapnya.
Sesuai dengan Regulasi dan Keberpihakan sesuai dengan UU OTSUS No 21 Tahun 2001 dan PP 106.
Fredrik optimis, jika tiga langkah ini dijalankan, petani OAP di Papua Barat Daya akan menjadi pilar penting ketahanan pangan daerah. (Red)







