TIMIKA — Di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terselip kecemasan mendalam dari keluarga sembilan perempuan yang dilaporkan diduga dibawa secara paksa oleh kelompok sipil bersenjata.
Di antara mereka terdapat anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga perempuan muda. Hingga kini, keberadaan mereka masih dalam pencarian aparat keamanan.
TNI telah mengerahkan satu tim satuan tugas untuk melakukan pengejaran sekaligus menyisir wilayah yang diduga menjadi arah pemunduran kelompok bersenjata setelah terjadi kontak tembak pada pagi hari.
Informasi mengenai dugaan pembawaan paksa sembilan perempuan tersebut diterima Danramil berdasarkan laporan masyarakat. Setelah kontak tembak, aparat terlebih dahulu melakukan konsolidasi dengan mengecek personel dan materiel, kemudian melanjutkan penyisiran ke sejumlah lokasi.
Dari laporan masyarakat yang diterima aparat, sembilan perempuan tersebut terdiri dari anak-anak usia sekolah dasar hingga perempuan muda. Di antaranya disebut terdapat anak kelas 3 SD, kelas 4 SD dan kelas 6 SD.
Selain anak-anak, terdapat pula tiga perempuan berusia 18 tahun serta seorang perempuan berusia 17 tahun yang dilaporkan sedang mengandung muda.
Kondisi tersebut membuat aparat bergerak cepat. Bagi TNI, pencarian bukan semata-mata sebuah operasi pengejaran, tetapi juga upaya menyelamatkan warga sipil yang keberadaannya hingga kini belum diketahui.
“Harapan kita, segera anak-anak ini bisa ditemukan, tentunya kembali dalam keadaan selamat kepada orang tuanya,” kata Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Teuku Jozanda, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dua Perempuan Berusaha Melindungi Anak
Dalam keterangannya, Dandim juga mengungkapkan adanya laporan mengenai dua perempuan yang berusaha mencegah anak-anak mereka dibawa oleh kelompok bersenjata.
Salah satu perempuan dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia. Jenazah korban kemudian disebut dibakar pada sore hari, 17 Agustus 2026.
Sementara seorang perempuan lainnya dilaporkan dibuang ke jurang hingga mengalami patah tulang pada bagian kaki. Korban disebut masih hidup dan saat ini menjalani perawatan di Yilaji.
Informasi tersebut semakin memperkuat kekhawatiran aparat terhadap keselamatan sembilan perempuan yang hingga kini masih dalam pencarian.
TNI memastikan operasi pencarian dan pengejaran masih terus dilakukan. Namun, kondisi medan yang berat serta situasi keamanan menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.
Dandim meminta masyarakat dan media untuk bersabar serta memberikan ruang bagi aparat menjalankan proses pencarian secara maksimal.
“Semoga prajurit yang melakukan pengejaran ini juga Allah berikan kemudahan dan petunjuk sehingga secepatnya bisa menemukan lokasi dan menyelamatkan anak-anak kita,” ujarnya.
Warga Jila Juga Diliputi Ketakutan
Di tengah pencarian sembilan perempuan tersebut, kondisi masyarakat Jila juga menjadi perhatian pemerintah dan aparat keamanan.
Warga dilaporkan mulai takut beraktivitas di kebun, padahal kebun merupakan sumber utama penghidupan mereka. Kekhawatiran tersebut membuat sebagian masyarakat membutuhkan dukungan bahan kebutuhan pokok.
Permintaan bantuan sembako telah disampaikan kepada Bupati Mimika. Pemerintah daerah disebut telah merespons dan siap memberikan dukungan kepada masyarakat setelah kondisi keamanan memungkinkan.
Namun, upaya penyaluran bantuan masih menghadapi kendala. Akses penerbangan menuju Jila belum dapat berjalan normal karena faktor keamanan menjadi pertimbangan bagi penerbang untuk masuk ke wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat Jila menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi mereka harus berhadapan dengan kekhawatiran keamanan, sementara di sisi lain kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Dandim berharap situasi keamanan di Jila segera kembali kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, bantuan pemerintah dapat disalurkan, dan proses pencarian terhadap sembilan perempuan tersebut dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Bagi aparat dan keluarga, waktu menjadi sangat berharga. Harapan terbesar saat ini hanya satu: sembilan perempuan yang dilaporkan diduga dibawa paksa itu segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali ke pelukan keluarga mereka.
“Harapan kita, mereka segera ditemukan dan bisa kembali dengan selamat kepada keluarganya,” tegas Dandim.
Hingga kini, TNI masih melakukan pengejaran dan pencarian di wilayah Jila. Pemerintah dan aparat keamanan terus berkoordinasi, sementara keluarga hanya bisa menunggu dengan harapan agar kabar baik segera datang dari medan pencarian.
Sebab di balik setiap angka dan laporan keamanan, ada anak-anak yang ditunggu orang tuanya, ada keluarga yang sedang cemas, dan ada harapan agar mereka dapat pulang dengan selamat. (IT)










