TIMIKA — Insiden penembakan yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026, tidak hanya menimbulkan kekhawatiran dari sisi keamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi kepala distrik, kepala puskesmas, tenaga kesehatan (nakes), serta para guru dari Jila ke Timika. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan para petugas sekaligus menunggu situasi keamanan di wilayah tersebut kembali kondusif.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan seluruh tenaga pelayanan publik yang dievakuasi saat ini berada dalam kondisi aman di Timika.
“Kadistrik, Kepala Puskesmas, nakes, guru semua sudah kita evakuasi ke sini. Mereka sudah aman, untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira sudah aman baru bisa kembali,” kata Johannes, Rabu (19/8/2026).
Akibat evakuasi tersebut, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Jila untuk sementara mengalami gangguan. Tenaga kesehatan tidak lagi berada di fasilitas pelayanan, sementara aktivitas belajar mengajar juga terdampak karena para guru telah meninggalkan wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Mimika. Pemerintah tidak ingin persoalan keamanan berkepanjangan mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan.
“Kita juga tidak mau situasi pendidikan jadi kacau, situasi kesehatan jadi tidak jalan, pembangunan juga tidak jalan karena kasus kemarin,” tegas Johannes.
Tidak hanya pelayanan dasar, situasi keamanan juga berdampak terhadap aktivitas pembangunan dan akses transportasi menuju Jila. Bahkan, penerbangan perintis yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat di wilayah tersebut disebut sementara berhenti karena faktor keamanan.
Pemkab Mimika kini terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan perkembangan situasi di Jila. Pemerintah juga berencana melakukan pertemuan bersama Satgas serta jajaran TNI dan Polri guna menentukan langkah yang tepat agar kondisi keamanan dapat segera dipulihkan.
Johannes menegaskan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap masyarakat Jila meski sejumlah petugas harus dievakuasi sementara.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sembari menunggu situasi keamanan kembali normal.
“Saya sudah sampaikan kepada kepala distrik untuk menyampaikan kepada masyarakat di sana supaya tetap tenang. Kami akan tetap perhatikan. Kerja seperti biasa, keamanan sudah jalan sehingga mudah-mudahan ini bisa terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.
Pemkab Mimika berharap situasi keamanan segera pulih sehingga para guru, tenaga kesehatan, kepala distrik, serta petugas pelayanan lainnya dapat kembali ke Jila dan pelayanan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan dapat berjalan normal kembali.
Pemerintah memastikan keselamatan petugas menjadi prioritas, namun pada saat yang sama berupaya agar masyarakat Jila tidak terlalu lama kehilangan akses terhadap pelayanan dasar. (Cr2)










