Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Penembakan di Jila Ganggu Pelayanan Publik, Nakes dan Guru Dievakuasi ke Timika

Etty Welerbadge-check


					Penembakan di Jila Ganggu Pelayanan Publik, Nakes dan Guru Dievakuasi ke Timika Perbesar

TIMIKA — Insiden penembakan yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026, tidak hanya menimbulkan kekhawatiran dari sisi keamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan dasar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi kepala distrik, kepala puskesmas, tenaga kesehatan (nakes), serta para guru dari Jila ke Timika. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan para petugas sekaligus menunggu situasi keamanan di wilayah tersebut kembali kondusif.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan seluruh tenaga pelayanan publik yang dievakuasi saat ini berada dalam kondisi aman di Timika.

“Kadistrik, Kepala Puskesmas, nakes, guru semua sudah kita evakuasi ke sini. Mereka sudah aman, untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira sudah aman baru bisa kembali,” kata Johannes, Rabu (19/8/2026).

Akibat evakuasi tersebut, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Jila untuk sementara mengalami gangguan. Tenaga kesehatan tidak lagi berada di fasilitas pelayanan, sementara aktivitas belajar mengajar juga terdampak karena para guru telah meninggalkan wilayah tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Mimika. Pemerintah tidak ingin persoalan keamanan berkepanjangan mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Kita juga tidak mau situasi pendidikan jadi kacau, situasi kesehatan jadi tidak jalan, pembangunan juga tidak jalan karena kasus kemarin,” tegas Johannes.

Tidak hanya pelayanan dasar, situasi keamanan juga berdampak terhadap aktivitas pembangunan dan akses transportasi menuju Jila. Bahkan, penerbangan perintis yang selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat di wilayah tersebut disebut sementara berhenti karena faktor keamanan.

Pemkab Mimika kini terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan perkembangan situasi di Jila. Pemerintah juga berencana melakukan pertemuan bersama Satgas serta jajaran TNI dan Polri guna menentukan langkah yang tepat agar kondisi keamanan dapat segera dipulihkan.

Johannes menegaskan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap masyarakat Jila meski sejumlah petugas harus dievakuasi sementara.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sembari menunggu situasi keamanan kembali normal.

“Saya sudah sampaikan kepada kepala distrik untuk menyampaikan kepada masyarakat di sana supaya tetap tenang. Kami akan tetap perhatikan. Kerja seperti biasa, keamanan sudah jalan sehingga mudah-mudahan ini bisa terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Pemkab Mimika berharap situasi keamanan segera pulih sehingga para guru, tenaga kesehatan, kepala distrik, serta petugas pelayanan lainnya dapat kembali ke Jila dan pelayanan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan dapat berjalan normal kembali.

Pemerintah memastikan keselamatan petugas menjadi prioritas, namun pada saat yang sama berupaya agar masyarakat Jila tidak terlalu lama kehilangan akses terhadap pelayanan dasar. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029

Reggae Festival ke-XI, Kapolda Papua Tengah Dorong Anak Muda Berkarya dan Berprestasi

16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

IMG 20261016 WA0028

Karhutla Capai 33.797 Hektare di Tanah Papua, Kapolda Dorong Langkah Terpadu

16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261016 WA0024

Papua Reggae Festival XI Buka Peluang bagi Seniman dan Mama-Mama Papua Jual Hasil Kerajinan

16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261016 WA0021
Trending di Headline