TIMIKA — Pengurus Daerah (PD) Karang Taruna Kabupaten Mimika mendorong adanya langkah konkret dalam membantu anak-anak putus sekolah agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan dan memiliki bekal keterampilan untuk menghadapi dunia kerja.
Hal tersebut menjadi salah satu agenda dalam rapat koordinasi antara Ketua Umum PD Karang Taruna Kabupaten Mimika, Vinsensius Apoka, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Cahyono Balubun.
Dalam pertemuan tersebut, Karang Taruna menyampaikan program pendidikan dan pelatihan yang saat ini dijalankan, khususnya bagi anak-anak putus sekolah yang mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris.
Vincensius Apoka mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis atau hard skill, tetapi juga akan diperkuat dengan pembekalan soft skill agar peserta memiliki kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Selain mengikuti pelatihan, anak-anak putus sekolah tersebut juga akan diarahkan untuk mengikuti pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Kami akan mengunjungi PKBM pada minggu depan untuk melihat bagaimana anak-anak ini bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah. Harapannya, setelah itu mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya hingga masuk ke dunia kerja,” ujar Vincensius.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam mempersiapkan generasi muda Mimika agar mampu berdiri sendiri dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Karang Taruna, kata dia, ingin mengambil bagian dalam proses tersebut dengan membuka ruang bagi putra-putri Mimika yang sebelumnya terputus dari pendidikan formal untuk kembali mendapatkan kesempatan belajar.
“Kami ingin mengantarkan generasi bangsa di Mimika agar dapat melanjutkan pendidikan, memiliki keterampilan dan pada akhirnya mampu memasuki dunia kerja. Mereka harus dipersiapkan agar mampu memimpin dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan, ruang publik hingga masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi antara Karang Taruna, Dinas Pendidikan, PKBM dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat sehingga persoalan anak putus sekolah di Kabupaten Mimika dapat ditangani secara bersama-sama.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Karang Taruna untuk tidak hanya bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Mimika. (Etty)






