DEIYAI – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Deiyai terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung di Kantor BPKAD Kabupaten Deiyai, Waghete, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri seluruh ASN BPKAD serta perwakilan ASN, staf, dan operator dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat, dan Badan Pengelola Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Deiyai. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat pendukung dalam meningkatkan efektivitas kinerja aparatur serta tata kelola pemerintahan yang modern.

Kepala BPKAD Kabupaten Deiyai, Warsina, S.IP., M.M., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus disikapi dengan kesiapan sumber daya manusia agar mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Menurutnya, Artificial Intelligence merupakan salah satu inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses administrasi, membantu analisis data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Namun, pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan etika, keamanan data, dan tanggung jawab pengguna.
“Teknologi hadir untuk membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikannya. Oleh karena itu, aparatur pemerintah harus mampu memahami cara memanfaatkan AI secara tepat sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Warsina.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari CV. Pallaka Group melalui Pallaka Techno Makassar, Sulfikar, memaparkan berbagai peluang penerapan Artificial Intelligence dalam sistem pemerintahan, khususnya pada pengelolaan keuangan daerah.
Ia menjelaskan bahwa sistem berbasis AI mampu mendukung penyajian data keuangan secara cepat, akurat, dan terintegrasi sehingga memudahkan pimpinan daerah melakukan monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan berdasarkan data yang tersedia secara real time.
Selain meningkatkan efisiensi administrasi, penerapan teknologi AI juga dinilai mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengolahan informasi menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam pengelolaan data.
Sulfikar juga menekankan bahwa transformasi digital di lingkungan pemerintahan merupakan bagian dari upaya membangun smart government yang mampu memberikan pelayanan publik secara lebih responsif, efektif, dan terbuka.
Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pengenalan mengenai berbagai fitur dan peluang pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mendukung pekerjaan sehari-hari, mulai dari pengelolaan dokumen, penyusunan laporan, analisis data, hingga penyediaan informasi yang lebih cepat kepada masyarakat.
BPKAD Kabupaten Deiyai berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, memperkuat transparansi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (SK)






