Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

DLH Mimika Perkuat Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, Data Lintas Sektor Mulai Diintegrasikan

Etty Welerbadge-check


					DLH Mimika Perkuat Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, Data Lintas Sektor Mulai Diintegrasikan Perbesar

TIMIKA — Upaya menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Mimika mulai diperkuat melalui pengumpulan dan pengelolaan data emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi pengendalian emisi gas rumah kaca sekaligus memperkenalkan sistem penginputan data inventarisasi melalui aplikasi SIGN-SMART, Senin (23/8/2026).

20260824

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun basis data emisi yang lebih terukur, sehingga pemerintah dapat mengetahui sumber emisi sekaligus menentukan langkah pengendaliannya.

Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algertho Asmuruf, mengatakan pengendalian perubahan iklim membutuhkan dukungan data dari berbagai sektor yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca.

“Ini bertujuan untuk penanganan perubahan iklim, baik melalui adaptasi maupun mitigasi. Karena itu, kita membutuhkan data dari berbagai sumber,” kata Algertho.

Menurutnya, sejumlah sektor yang akan terlibat antara lain kehutanan, perhubungan, pertanian dan perindustrian. Masing-masing sektor memiliki aktivitas yang dapat menjadi sumber emisi sehingga datanya perlu dihimpun secara terpadu.

IMG 20260824 WA0024

DLH Mimika juga membentuk kelompok kerja (Pokja) yang nantinya terlibat dalam penginputan data melalui aplikasi SIGN-SMART. Data dari masing-masing sektor akan dikumpulkan, kemudian diverifikasi dan dianalisis oleh DLH sebagai sektor yang bertindak sebagai leading sector.

Data tersebut mencakup berbagai informasi, seperti luas kawasan hutan, kejadian kebakaran hutan hingga jumlah dan jenis kendaraan bermotor yang berpotensi menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂).

“Data-data misalnya luasan hutan, kebakaran hutan, kemudian data kendaraan sesuai tipe masing-masing karena menghasilkan gas CO₂. Dari hasil kajian, kita bisa mengetahui tingkat pencemarannya, apakah berat atau ringan,” jelasnya.

Algertho menjelaskan, gas rumah kaca merupakan gas yang dihasilkan dari berbagai aktivitas, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) merupakan dua jenis gas yang berperan dalam peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Karena itu, hasil inventarisasi nantinya tidak berhenti pada pengumpulan data. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan langkah konkret untuk menekan dampak pencemaran serta emisi dari berbagai sektor.

“Setelah kita mengetahui tingkat dampaknya, baru kita bisa menentukan solusi apa yang harus diterapkan untuk mengurangi dampak pencemaran tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan lingkungan akibat perubahan iklim mulai dirasakan masyarakat, termasuk berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa perubahan lingkungan tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga kehidupan masyarakat.

“Kalau dulu sumber air terasa dekat, sekarang masyarakat harus mencari sumber air yang lebih jauh. Ini menjadi salah satu gambaran dampak perubahan kondisi lingkungan yang kita rasakan,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

24 Agustus 2026 - 14:21 WIB

IMG 20260824 WA0022

DPD I KNPI Papua Tengah Siap Gelar Pelantikan dan Rakerda I Di Paniai

24 Agustus 2026 - 14:18 WIB

IMG 20260824 WA0030

Bupati Mimika: Jangan Ada Lagi Data Berhenti di OPD, Semua Harus Terintegrasi

24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

20260824

Wilhelmus Pigai Minta Kebakaran Hutan di Papua Tengah Diusut Tuntas

24 Agustus 2026 - 13:47 WIB

IMG 20260824 WA0071

BMKG: 378 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Capai 108 Titik

24 Agustus 2026 - 12:36 WIB

IMG 20260824 WA0169
Trending di Headline