TIMIKA – PT PLN (Persero) ULP Timika Kota merespons surat terbuka dari masyarakat Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terkait pemadaman listrik yang telah berlangsung sekitar satu bulan. PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak, khususnya warga Kampung Uta dan Mupuruka, serta memastikan tim teknis telah diberangkatkan untuk melakukan perbaikan.
Manager PLN ULP Timika Kota, Delly Raka Imawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan gangguan dari petugas teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut sejak awal terjadinya pemadaman.
Menurutnya, setelah menerima laporan, PLN langsung melakukan pengecekan ketersediaan material yang dibutuhkan untuk perbaikan. Namun, saat itu stok komponen di gudang tidak tersedia sehingga harus melalui proses pengadaan terlebih dahulu.
“Begitu laporan kami terima, kami langsung mengecek stok material. Namun barang yang dibutuhkan belum tersedia di gudang, sehingga kami harus mengajukan permintaan terlebih dahulu,” ujar Raka kepada Piyosnews, Senin (38/7/2026).
Ia mengatakan, sebelum surat terbuka dari masyarakat beredar, material yang diajukan sebenarnya telah tiba. PLN kemudian segera menyiapkan pengiriman material bersama personel teknis menuju Kampung Uta dan Mupuruka untuk melakukan perbaikan.
Meski demikian, proses distribusi material sempat terkendala transportasi menuju lokasi. Karena itu, PLN terus berkoordinasi agar pengiriman dapat dilakukan secepat mungkin sehingga pekerjaan perbaikan tidak kembali mengalami penundaan.
Raka menambahkan, Lisdes Mupuruka di Distrik Mimika Barat Tengah memang masuk dalam wilayah kerja PLN ULP Timika Kota. Berdasarkan laporan yang diterima, gangguan sistem kelistrikan di wilayah tersebut terjadi sejak 7 Juli 2026.
“Informasinya ini kami terima juga dokumentasi yang disampaikan ke kami dan dilaporkan. Jadi memang ada kegiatan masyarakat yang menyebabkan kabel JTR atau kabel suplai kami terputus. Dari petugas sudah melaporkan. Kami terima laporan di tanggal 10 Juli 2026,” jelasnya.
Berdasarkan hasil laporan petugas di lapangan, gangguan listrik dipicu oleh aktivitas penebangan pohon yang menyebabkan kabel Jaringan Tegangan Rendah (JTR) atau kabel suplai menuju sistem PLTS mengalami kerusakan. Akibatnya, pasokan listrik ke Kampung Uta dan Mupuruka terhenti.
Raka memastikan material pengganti telah dikirim bersama personel teknis. Saat ini, tim PLN telah berangkat menuju Kampung Mupuruka dan Uta untuk melakukan penanganan gangguan dan mempercepat pemulihan pasokan listrik.
“Kami memahami kondisi yang dialami masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN terus berupaya mempercepat proses perbaikan agar listrik di Kampung Uta dan Mupuruka dapat kembali normal secepatnya,” tutup Raka. (Etty)







