TIMIKA – Seorang pria berinisial SM yang berprofesi sebagai tukang ojek di Timika, ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Tenas SP3, tepatnya di dekat Kali Kum-kum, disekitar lokasi pembudidayaan ikan, Senin (27/7/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sebuah parit. Sementara itu, sepeda motor miliknya ditemukan dalam parit dalam keadaan hangus terbakar di lokasi yang berjarak cukup jauh dari tempat jasad korban ditemukan.

Penemuan korban bermula dari beredarnya foto di media sosial yang diduga memperlihatkan keberadaan korban . Rekan-rekan sesama tukang ojek kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menghimpun informasi dari masyarakat.
Salah seorang rekan korban mengatakan, pencarian akhirnya mengarah ke lokasi setelah warga memberikan petunjuk mengenai titik keberadaan korban dan kendaraannya.
“Berdasarkan informasi masyarakat yang mengetahui lokasi tersebut, kami akhirnya mengetahui titik keberadaan korban beserta kendaraannya,” ujarnya di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, sebelum memasuki lokasi penemuan, rombongan memilih menunggu kedatangan aparat kepolisian. Saat hendak menuju tempat kejadian, akses jalan sempat dipalang sehingga mereka kembali menunggu hingga polisi tiba.
“Tapi sebelum masuk, kami tunggu pihak kepolisian untuk bersama-sama. Saat masuk menuju lokasi, jalan sempat dipalang sehingga kami kembali sambil menunggu anggota datang. Setelah itu baru bisa sampai ke lokasi,” katanya.
Menurutnya, korban merupakan rekan satu pangkalan ojek dan telah dinyatakan hilang sejak Jumat karena tidak lagi terlihat maupun memberikan kabar.
“Memang dia satu pangkalan ojek dengan kami. Sejak Jumat lalu kami sudah tidak bertemu lagi dan tidak ada kabar sama sekali,” tuturnya.
Proses pencarian melibatkan personel Polres Mimika yang dipimpin Kabag Ops, didampingi Kapolsek Kuala Kencana, Kapolsek Kwamki Narama, Kasat Samapta, serta sejumlah personel kepolisian bersama rekan-rekan korban.
Setelah jasad korban dan kendaraan berhasil ditemukan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika dengan pengawalan aparat kepolisian.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han
menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi sehingga korban dapat ditemukan.
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan peran masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berharga bagi kami untuk mengembangkan penyelidikan,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, sebelumnya beredar foto yang memicu simpang siur apakah kejadian tersebut benar terjadi di Timika. Polisi kemudian menelusuri kebenaran informasi tersebut hingga akhirnya pihak keluarga mengenali korban.
“Foto itu kami sebar untuk memastikan kebenarannya. Pihak keluarga kemudian datang dan membenarkan bahwa itu adalah anggota keluarganya yang telah hilang selama dua hari dan berprofesi sebagai tukang ojek. Setelah itu kami semakin masif melakukan pencarian, dan puji Tuhan hari ini kami menemukan almarhum. Korban dikenali dari pakaian yang dikenakannya, sama seperti yang terlihat di foto,” jelasnya.
Ia mengakui polisi sempat mengalami kesulitan menentukan lokasi karena minimnya petunjuk.
“Awalnya kami kesulitan mengenali lokasi pada foto yang beredar. Namun ada beberapa objek yang menjadi petunjuk hingga akhirnya kami menemukan lokasi tersebut di kawasan Kali Kum-kum,” katanya.
Terkait penanganan kasus, Kapolres menegaskan fokus penyidik saat ini adalah mengungkap pelaku pembunuhan sekaligus mendalami motif di balik peristiwa tersebut.
“Penanganan selanjutnya tentu mencari pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun untuk motifnya masih kami dalami. Dari kondisi korban terlihat ada luka akibat dipanah. Kami masih menelusuri informasi untuk mengungkap motif pembunuhan ini,” tegas Kapolres.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Mimika masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku dan penyebab pasti kematian korban. (IT)







