Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Prof. Fernandes Simangunsong: Tidak Ada Daerah Terbelakang, Yang Terbelakang Adalah Manajemennya

Etty Welerbadge-check


					Prof. Fernandes Simangunsong: Tidak Ada Daerah Terbelakang, Yang Terbelakang Adalah Manajemennya Perbesar

NABIRE – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP., S.AP., M.Si., memberikan kuliah umum bertajuk “Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan” kepada ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus USWIM Nabire tersebut turut dihadiri Rektor USWIM Petrus Tekege, S.H., M.H., Dr. Christina Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si., para dosen, staf, dan mahasiswa.

Dalam paparannya, Prof. Fernandes menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi banyak negara berkembang bukanlah keterbelakangan wilayah, melainkan lemahnya tata kelola pemerintahan dan manajemen.

“Tidak ada negara terbelakang. Yang terbelakang itu adalah manajemennya. Karena itu, kualitas manajemen menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu daerah maupun negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan perkembangan ilmu manajemen yang telah memasuki generasi kelima. Menurutnya, manajemen generasi pertama dikenal sebagai jungle management, kemudian berkembang menjadi management by direction, management by targeting, total quality management, hingga networking management yang berbasis teknologi informasi dan jaringan digital.

Prof. Fernandes menyoroti pentingnya penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semua keputusan kebijakan pemerintahan harus didasarkan pada pendekatan keilmuan. Karena itu pemerintah harus melibatkan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pembangunan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa era networking management menuntut pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi dan media digital secara maksimal dalam pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Menurutnya, generasi muda Papua memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui pemanfaatan media sosial yang positif.

“Media sosial harus digunakan untuk mendukung pembangunan, bukan untuk menjatuhkan. Berikan kritik dan masukan dengan bahasa yang santun sehingga dapat membantu pemimpin mengambil kebijakan yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Fernandes mengajak mahasiswa USWIM untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan Papua yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para mahasiswa dan dosen yang hadir. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126

ASN dan Non-ASN Papua Tengah Ikuti Ibadah Oikumene, Ketua FKUB Ajak Serahkan Beban kepada Tuhan

13 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260713 WA0108

Pulang ke Kampung Halaman, Bung Mecky Dirikan Rumah Inspirasi Kebadabi untuk Bangun Generasi Muda Papua

13 Juli 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260713 WA0107

Kapolda Papua Tengah: Polisi Terus Imbau Warga Jauhi Titik Konflik di Intan Jaya

13 Juli 2026 - 12:08 WIB

IMG 20260713 WA0041
Trending di Headline