Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Evakuasi Korban Serangan OPM di Yahukimo, Sempat Terlibat Kontak Tembak

Etty Welerbadge-check


					Evakuasi Korban Serangan OPM di Yahukimo, Sempat Terlibat Kontak Tembak Perbesar

TIMIKA – TNI melalui Satuan Tugas Habema membeberkan kronologi proses evakuasi tiga korban dugaan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Papua Tengah.

Dalam konferensi pers di Mimika, Papua Tengah, Kamis (23/7/2026) sore, Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan tim evakuasi menghadapi medan yang berat karena lokasi kejadian berjarak sekitar 65 kilometer dari Dekai dengan kondisi geografis yang ekstrem.

Menurut Yudha, tim pertama kali menemukan jejak darah sebelum akhirnya mengarah ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung, sekitar pukul 11.40 WIT, personel Satgas Habema sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata yang disebut telah bersiaga di sekitar lokasi.

“Tim lebih dahulu menemukan jejak darah, kemudian melakukan penelusuran. Saat proses itu berlangsung terjadi kontak tembak, namun situasi berhasil diantisipasi sehingga evakuasi tetap dapat dilanjutkan,” ujarnya.

TNI mengidentifikasi dua korban sebagai pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan Pam Wendakwe. Sementara satu korban lainnya merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam yang identitasnya masih dalam proses penyelidikan.

Mayjen Yudha menyebut kondisi para korban saat ditemukan sangat mengenaskan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak berwenang sesuai prosedur.

Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Dalam kesempatan itu, Mayjen Yudha turut membantah tudingan yang menyebut para korban merupakan bagian dari intelijen TNI.

Ia menegaskan fokus utama TNI adalah menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat Papua serta memastikan situasi di wilayah tetap kondusif. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243

Hari Pertama Pelayanan Perlinsos di Deiyai, 500 Warga Jadi Sasaran Awal

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261020 WA0046

Pemuda Katolik Desak Pemprov, DPR, MRP dan Polda Papua Tengah Tertibkan Peredaran Miras

20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261020 WA0044

Pemkab Mimika Susun RAD TB 2026 – 2030, Perkuat Kolaborasi Tingkat Sektor

20 Oktober 2026 - 13:35 WIB

IMG 20261020 WA0042
Trending di Headline