Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pencari Kerja Lokal Mimika Bersatu Turun ke Jalan, Tuntut Keadilan Lapangan Kerja

Etty Welerbadge-check


					Pencari Kerja Lokal Mimika Bersatu Turun ke Jalan, Tuntut Keadilan Lapangan Kerja Perbesar

TIMIKA – Isu kesenjangan kesempatan kerja di Kabupaten Mimika kembali memanas. Ratusan anggota Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartenz Mimika (Apelcami) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Selasa (2/6/2026). Aksi ini menjadi wadah penyampaian keresahan putra daerah yang merasa tersisih di tanah kelahirannya sendiri, sekaligus penyerahan 10 poin pernyataan sikap kepada pihak legislatif.

Suasana di depan gedung dewan berlangsung riuh namun tertib. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah orasi dari seorang perwakilan perempuan asal Papua. Dengan suara lantang, ia mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah serta sistem rekrutmen yang diterapkan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ia menyoroti fenomena di mana tenaga kerja dari luar daerah dengan mudah menduduki posisi-posisi strategis, sementara warga lokal yang lahir dan besar di Mimika justru tertinggal dan menganggur.

“Kami meminta Bapak Ibu Dewan memanggil Bupati dan menanyakan, mengapa jumlah pencari kerja di Mimika begitu banyak? Orang dari luar datang, belum tentu paham kondisi Mimika, tapi langsung bisa bekerja di Tembagapura. Sementara anak-anak kami yang hidup dan tumbuh di sini, apa yang bisa mereka kerjakan?” ujarnya di hadapan massa aksi.

Ia juga menegaskan bahwa perjuangan ini bukan dibatasi oleh ikatan suku, melainkan persatuan seluruh warga Papua.

“Saya berdiri di sini bukan sebagai perempuan Amungme, bukan sebagai perempuan Kamoro, juga bukan perempuan Tabi-Saireri. Saya berdiri sebagai perempuan Papua. Tidak ada sekat suku di antara kita. Otonomi Khusus itu hak dan berlaku untuk seluruh orang Papua,” tegasnya.

Tuntut Rapat Dengar Pendapat Kedua

Sementara itu, Ketua Apelcami, Hendrikus Kaparepea, menegaskan bahwa aksi ini murni perjuangan menuntut keadilan, bukan untuk memicu kerusuhan atau konflik. Pihaknya mendesak DPRK Mimika segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tahap kedua sebagai tindak lanjut aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, RDP lanjutan ini sangat krusial agar solusi nyata terkait pembukaan lapangan kerja dapat segera diputuskan.

“Kami datang bukan untuk mencari masalah, tapi untuk memperjuangkan hak kami. Kami punya semangat dan kemampuan untuk bekerja, namun tidak diberi kesempatan. Oleh karena itu, RDP kedua harus segera dilaksanakan agar kami bisa menyampaikan aspirasi kami secara langsung dan mencari jalan keluar,” tegas Hendrikus.

Senada dengan itu, Kelvin, perwakilan dari komunitas Anak Lahir Besar Timika (Labeti), mengungkapkan bahwa pembentukan Apelcami didasari oleh keprihatinan atas kondisi masyarakat yang selama ini cenderung diam saja menghadapi ketidakadilan sistemik.

“Tujuan asosiasi ini adalah menyatukan kekuatan dan berjuang demi mendapatkan hak kerja. Aksi hari ini sangat berarti, karena selama ini pencari kerja di Mimika terlalu banyak yang diam. Tidak ada yang berani melawan sistem yang dibangun oleh pihak kontraktor, manajemen perusahaan, dan pihak terkait lainnya. Sistem itu justru mempersulit kami warga lokal,” ungkap Kelvin.

Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK menanggapi serius dan mengakomodasi aspirasi yang disampaikan.

DPRK Berjanji Kawal Aspirasi, Siapkan Regulasi Baru

Menanggapi gelombang protes tersebut, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menerima pernyataan sikap para demonstran dan berjanji akan mengawal setiap poin yang disampaikan. Ia bahkan mengaku memiliki pandangan yang sama terkait ketimpangan penerimaan tenaga kerja.

“Saya terima seluruh aspirasi ini dan akan kami kawal bersama-sama. Saya pun tidak akan terima jika ada warga yang sudah punya KTP Timika, sudah mendaftar, tapi yang diterima dan bekerja di Tembagapura justru orang dari luar daerah. Kami pastikan hal ini akan kami perjuangkan,” ujar Asri.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan bahwa ke depannya, Komisi III DPRK Mimika akan kembali memanggil Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat lanjutan.

Langkah konkret yang sedang disiapkan antara lain penyusunan Peraturan Daerah (Perda) guna melindungi hak kerja warga lokal, serta penyempurnaan basis data pencari kerja di Disnaker agar sistem penerimaan menjadi satu pintu dan terdata rapi.

“Kita harus mengurangi jumlah tenaga kerja luar daerah yang bekerja di Tembagapura. Namun, di sisi lain, kami juga mendorong agar kemampuan dan sertifikasi keahlian warga lokal terus ditingkatkan. Disnaker harus menambah kuota dan frekuensi pelatihan kerja. Ke depannya, Mimika bahkan harus memiliki Balai Latihan Kerja yang besar dan memadai agar anak-anak daerah lebih siap bersaing,” pungkas Asri. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Potowaiburu Siap Bertransformasi Jadi Kota Kecil Baru di Ujung Barat Mimika, Infrastruktur dan Air Bersih Jadi Kunci Utama

2 Juni 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260602 WA0032

Dinkes Mimika Gelar Workshop TB DOTS untuk Perkuat Layanan TBC di Daerah Terpencil

2 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260602 WA0026

Hari Lahir Pancasila di Mimika: Refleksi Menjaga Persatuan, Mengukuhkan Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia

2 Juni 2026 - 12:36 WIB

IMG 20260601 WA0078

Lulus 100 Persen! SMP Negeri 2 Mimika Kembalikan 385 Siswa Angkatan ke-35 ke Pangkuan Orang Tua

2 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260602 212519

Ketua PGGPT Ajak Seluruh Gereja di Papua Tengah Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian dan Kesejahteraan

2 Juni 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260602 WA0027
Trending di Headline