Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Tragis! 8 Pendulang Emas di Korowai Tewas Diserang OPM, TNI Terjunkan Heli untuk Evakuasi dan Buru Pelaku

Etty Welerbadge-check


					Tragis! 8 Pendulang Emas di Korowai Tewas Diserang OPM, TNI Terjunkan Heli untuk Evakuasi dan Buru Pelaku Perbesar

TIMIKA (​yahukimo, Papua Pegungunan) — Aksi kekerasan brutal kembali mengguncang wilayah pedalaman Papua. Komando Operasi (Koops) TNI Habema bergerak cepat menyiapkan langkah evakuasi dan pengejaran menyusul insiden pembunuhan tragis yang menewaskan delapan orang pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

​Penyerangan berdarah ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo pada Rabu (20/5/2026) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Koops TNI Habema kepada awak media Kamis (21/5/2026) aksi keji tersebut dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Kelompok tersebut secara sepihak menuding kedelapan korban sebagai aparat keamanan yang sedang menyamar. ​Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh pihak TNI.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa seluruh korban murni merupakan warga sipil yang tengah mengadu nasib mencari nafkah di lokasi pendulangan emas.

Merespons situasi darurat ini, Koops TNI Habema tidak tinggal diam. Sejumlah langkah taktis langsung diambil demi menangani dampak insiden tersebut.

IMG 20260521 WA0023

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengutuk keras tindakan tidak manusiawi tersebut. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil dengan alasan apa pun sama sekali tidak dapat dibenarkan.

​“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” tegas Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kamis (21/5/2026).

​Beliau juga menambahkan bahwa tindakan pembunuhan ini merupakan pelanggaran hukum berat dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

​“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” pungkasnya.

Pasca-insiden penyerangan, situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dilaporkan berada dalam status rawan namun tetap terkendali. Hingga saat ini, proses persiapan evakuasi jenazah para korban masih terus diupayakan secara maksimal oleh personel gabungan. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline