Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Tragis! 8 Pendulang Emas di Korowai Tewas Diserang OPM, TNI Terjunkan Heli untuk Evakuasi dan Buru Pelaku

Etty Welerbadge-check


					Tragis! 8 Pendulang Emas di Korowai Tewas Diserang OPM, TNI Terjunkan Heli untuk Evakuasi dan Buru Pelaku Perbesar

TIMIKA (​yahukimo, Papua Pegungunan) — Aksi kekerasan brutal kembali mengguncang wilayah pedalaman Papua. Komando Operasi (Koops) TNI Habema bergerak cepat menyiapkan langkah evakuasi dan pengejaran menyusul insiden pembunuhan tragis yang menewaskan delapan orang pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

​Penyerangan berdarah ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo pada Rabu (20/5/2026) kemarin.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Koops TNI Habema kepada awak media Kamis (21/5/2026) aksi keji tersebut dipimpin oleh Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Kelompok tersebut secara sepihak menuding kedelapan korban sebagai aparat keamanan yang sedang menyamar. ​Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh pihak TNI.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa seluruh korban murni merupakan warga sipil yang tengah mengadu nasib mencari nafkah di lokasi pendulangan emas.

Merespons situasi darurat ini, Koops TNI Habema tidak tinggal diam. Sejumlah langkah taktis langsung diambil demi menangani dampak insiden tersebut.

IMG 20260521 WA0023

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengutuk keras tindakan tidak manusiawi tersebut. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil dengan alasan apa pun sama sekali tidak dapat dibenarkan.

​“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” tegas Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kamis (21/5/2026).

​Beliau juga menambahkan bahwa tindakan pembunuhan ini merupakan pelanggaran hukum berat dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

​“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” pungkasnya.

Pasca-insiden penyerangan, situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dilaporkan berada dalam status rawan namun tetap terkendali. Hingga saat ini, proses persiapan evakuasi jenazah para korban masih terus diupayakan secara maksimal oleh personel gabungan. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dukung Pencabutan Izin Tambang Bermasalah, Minta Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal di Papua Tengah

23 Oktober 2026 - 02:36 WIB

IMG 20261023 WA0018

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027
Trending di Headline