NABIRE — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Tengah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari konsolidasi besar partai di tingkat daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Jalan Merdeka, Sabtu (25/4/2026).

Muscab ini diikuti oleh empat kabupaten, yakni Deiyai, Puncak, dan Paniai , dengan agenda utama penataan struktur kepengurusan serta penyiapan strategi politik menuju periode 2026–2031.
Ketua PKB Papua Tengah, Kristianus Agapa, menegaskan bahwa Muscab kali ini menghadirkan perubahan signifikan dalam mekanisme penentuan kepemimpinan partai di tingkat cabang.
“Kalau dulu prosesnya dari bawah ke atas, sekarang ada perubahan. Sebelum Muscab, sudah ada tim pemetaan yang melihat figur-figur di setiap kabupaten untuk diusulkan sebagai calon ketua DPC,” jelasnya.
Agapa menjelaskan, nama-nama calon yang dihasilkan dari tim pemetaan akan dikirim ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan selanjutnya diteruskan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk mendapatkan penetapan awal.
Dalam forum Muscab, peserta tidak diperkenankan mengurangi daftar nama yang telah ditetapkan, namun masih diberi ruang untuk menambahkan kandidat.
“Boleh tambah, tapi tidak boleh dikurangi. Ini supaya semua kader punya kesempatan yang sama dan tidak ada konflik di internal,” ujarnya.
Setelah itu, seluruh kandidat akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang dijadwalkan oleh DPP, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai ketua definitif.

Pelaksanaan Muscab di Papua Tengah dibagi dalam dua tahap. Pada hari pertama di Nabire diikuti oleh Kabupaten Deiyai dan Puncak, sementara Paniai dijadwalkan menyusul karena menunggu kehadiran pimpinan sidang dari DPP.
Adapun Kabupaten Mimika melaksanakan Muscab secara terpisah di Timika dengan mekanisme yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, Agapa juga membeberkan target politik PKB Papua Tengah, yakni memperkuat keterwakilan di DPRD kabupaten.

Ia mengakui saat ini masih terdapat daerah yang belum memiliki kursi legislatif dari PKB, namun optimistis hal tersebut dapat diperbaiki melalui kepemimpinan baru.
“Target kami semua kabupaten harus terisi kursi DPRD. Yang sudah ada harus diperkuat, yang belum ada akan kita dorong dengan strategi masing-masing daerah,” tegasnya.
Menurutnya, strategi politik akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, baik di daerah pesisir maupun pegunungan.
Sementara itu, Sekretaris PKB Papua Tengah, Sigit Triyantoro, menjelaskan bahwa mekanisme Muscab PKB berbeda dengan partai politik lainnya karena tidak menggunakan sistem pemilihan langsung.
“Dalam Muscab PKB tidak ada voting atau pemilihan ketua. Semua nama calon berasal dari hasil pemetaan dan usulan peserta, kemudian diputuskan melalui uji kelayakan oleh DPP,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DPC diklasifikasikan dalam beberapa kategori (grade A hingga D) berdasarkan kekuatan politik di daerah, yang juga memengaruhi mekanisme pelaksanaan Muscab.

Dengan mekanisme tersebut, PKB Papua Tengah menekankan bahwa Muscab bukan ajang kompetisi terbuka, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat soliditas internal partai.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan strategis dalam menghadapi agenda politik ke depan di Papua Tengah. (MB)








