NABIRE — Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana dengan mengusung tema “Meningkatkan Kemitraan dengan Pemerintah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Papua Tengah, Jumat (24/4/2026), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Rakerda ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Ketua Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, BP3OKP Papua Tengah, Ketua KPA Papua Tengah, KONI Papua Tengah, KNPI Papua Tengah, serta para tamu undangan lainnya.

Ketua panitia, Hengky Yeimo, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan lebih dari satu tahun.
“Persiapan kami sudah lebih dari satu tahun. Puji Tuhan hari ini Rakerda pertama Pemuda Katolik Papua Tengah bisa terlaksana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para senior, jaringan organisasi, hingga simpatisan Pemuda Katolik.

Dalam kesempatan itu, panitia menegaskan bahwa Rakerda ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah, sejalan dengan arahan pengurus pusat.
“Kami sudah melakukan audiensi dengan berbagai mitra, terutama pemerintah. Ke depan, kami berharap Komcab di kabupaten juga bisa membangun kemitraan yang sama,” kata Hengky.
Sementara itu, Sekretaris Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Natan Tebai, menyampaikan bahwa organisasi Pemuda Katolik di Papua Tengah masih dalam tahap awal pembentukan.
“Kalau kita ibaratkan, organisasi ini seperti bayi yang baru lahir. Kami masih belajar dan membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa selama ini terjadi keterlambatan dalam pembinaan kader di wilayah Papua Tengah, sehingga Rakerda ini menjadi titik awal untuk membangun sistem kaderisasi yang lebih baik.
Natan menegaskan bahwa ke depan Pemuda Katolik akan mendorong kemandirian organisasi, termasuk membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan anggotanya.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang menjadi tantangan di Papua Tengah, seperti:
* Tingginya angka pengangguran
* Kematian bayi
* Penyebaran HIV/AIDS
* Dinamika sosial di wilayah konflik
“Kami ingin organisasi ini hadir bukan hanya untuk internal, tetapi juga menyuarakan kepentingan masyarakat dan gereja,” tegasnya.
Pemuda Katolik Papua Tengah juga menyatakan komitmennya untuk membangun kader yang mampu berkontribusi dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan organisasi kepemudaan.
Mereka juga menyatakan dukungan terhadap organisasi mitra seperti KNPI sebagai bagian dari penguatan jaringan kepemudaan di daerah.
Rakerda perdana ini menjadi tonggak awal bagi Pemuda Katolik Papua Tengah dalam memperkuat struktur organisasi, membangun kaderisasi, serta memperluas kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang konkret dan berdampak nyata bagi pembangunan generasi muda di Papua Tengah. (MB)









