Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Diguyur Hujan, Umat Katolik Timika Tetap Khusyuk Ikuti Misa Jumat Agung

Etty Welerbadge-check


					Diguyur Hujan, Umat Katolik Timika Tetap Khusyuk Ikuti Misa Jumat Agung Perbesar

TIMIKA – Meski hujan mengguyur Kota Timika, umat Katolik di Paroki Katedral Tiga Raja tetap antusias mengikuti misa Jumat Agung untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus, Jumat (3/4/2026). Sebelum masuk pada penciuman salib Kristus, umat sekalian diajak mendengarkan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus.

Sejumlah umat tampak tetap bertahan di tengah hujan demi mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, mulai dari mendengarkan kisah sengsara Yesus hingga khotbah pastor.

Usai liturgi sabda, umat melanjutkan prosesi dengan penghormatan salib melalui tradisi mencium salib sebagai bentuk penghayatan iman atas pengorbanan Yesus.

Screenshot 20260403 230211 Gallery

Dalam khotbahnya, Pastor Benny Magai, Pr, menegaskan bahwa salib yang bagi bangsa Yahudi dianggap sebagai lambang kehinaan, justru menjadi lambang kemenangan dan keselamatan bagi umat Kristiani.

“Hari ini hujan turun, seakan alam turut berduka. Kita pun ikut merasakan kesedihan saat mendengarkan kisah sengsara Yesus yang wafat demi kebenaran dan keselamatan manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal penciptaan, kehidupan manusia berada dalam keadaan baik. Namun, akibat dosa manusia pertama, kondisi tersebut berubah dan membawa manusia jatuh dalam dosa.

Menurutnya, situasi dunia saat ini pun menunjukkan kondisi yang tidak baik-baik saja. Berbagai konflik terjadi karena kepentingan pribadi maupun kelompok, yang berdampak pada kehidupan sosial, lingkungan, hingga perdamaian.

“Dalam kehidupan, ada yang berupaya mencari jalan damai, tetapi ada juga yang justru mempertahankan konflik,” katanya.

Pastor Benny menuturkan, Yesus hadir sebagai figur yang membawa perubahan, baik dalam kehidupan rohani maupun sosial. Namun, kehadiran-Nya justru dianggap mengganggu kepentingan para pemimpin agama dan pemerintahan saat itu.

Akibatnya, Yesus difitnah, diadili secara tidak adil, hingga akhirnya disalibkan.

“Bagi penguasa saat itu, salib adalah lambang penghinaan. Namun bagi orang beriman, salib adalah lambang kemenangan dan kekuatan,” ucapnya.

Ia juga mengajak umat untuk melihat kisah sengsara Yesus dalam konteks kehidupan saat ini, termasuk situasi di Papua yang masih diwarnai berbagai persoalan dan konflik.

Menurutnya, banyak korban tak bersalah yang jatuh akibat berbagai kepentingan, mirip dengan penderitaan Yesus yang menjadi korban meski tidak bersalah.

“Situasi ini mengajak kita bertanya, apakah Paskah menjadi momentum rekonsiliasi atau justru kita semakin jauh dari perdamaian,” katanya.

Pastor Benny menekankan bahwa Paskah seharusnya menjadi momen bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta meneladani Yesus sebagai pembawa damai.

20260403

Ia pun mengajak umat Kristiani untuk menjadi pribadi yang menghadirkan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita dipanggil menjadi pembawa damai, menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kasih, demi kebaikan bersama dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline