Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Diguyur Hujan, Umat Katolik Timika Tetap Khusyuk Ikuti Misa Jumat Agung

Etty Welerbadge-check


					Diguyur Hujan, Umat Katolik Timika Tetap Khusyuk Ikuti Misa Jumat Agung Perbesar

TIMIKA – Meski hujan mengguyur Kota Timika, umat Katolik di Paroki Katedral Tiga Raja tetap antusias mengikuti misa Jumat Agung untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus, Jumat (3/4/2026). Sebelum masuk pada penciuman salib Kristus, umat sekalian diajak mendengarkan pembacaan kisah sengsara Yesus Kristus.

Sejumlah umat tampak tetap bertahan di tengah hujan demi mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, mulai dari mendengarkan kisah sengsara Yesus hingga khotbah pastor.

Usai liturgi sabda, umat melanjutkan prosesi dengan penghormatan salib melalui tradisi mencium salib sebagai bentuk penghayatan iman atas pengorbanan Yesus.

Screenshot 20260403 230211 Gallery

Dalam khotbahnya, Pastor Benny Magai, Pr, menegaskan bahwa salib yang bagi bangsa Yahudi dianggap sebagai lambang kehinaan, justru menjadi lambang kemenangan dan keselamatan bagi umat Kristiani.

“Hari ini hujan turun, seakan alam turut berduka. Kita pun ikut merasakan kesedihan saat mendengarkan kisah sengsara Yesus yang wafat demi kebenaran dan keselamatan manusia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal penciptaan, kehidupan manusia berada dalam keadaan baik. Namun, akibat dosa manusia pertama, kondisi tersebut berubah dan membawa manusia jatuh dalam dosa.

Menurutnya, situasi dunia saat ini pun menunjukkan kondisi yang tidak baik-baik saja. Berbagai konflik terjadi karena kepentingan pribadi maupun kelompok, yang berdampak pada kehidupan sosial, lingkungan, hingga perdamaian.

“Dalam kehidupan, ada yang berupaya mencari jalan damai, tetapi ada juga yang justru mempertahankan konflik,” katanya.

Pastor Benny menuturkan, Yesus hadir sebagai figur yang membawa perubahan, baik dalam kehidupan rohani maupun sosial. Namun, kehadiran-Nya justru dianggap mengganggu kepentingan para pemimpin agama dan pemerintahan saat itu.

Akibatnya, Yesus difitnah, diadili secara tidak adil, hingga akhirnya disalibkan.

“Bagi penguasa saat itu, salib adalah lambang penghinaan. Namun bagi orang beriman, salib adalah lambang kemenangan dan kekuatan,” ucapnya.

Ia juga mengajak umat untuk melihat kisah sengsara Yesus dalam konteks kehidupan saat ini, termasuk situasi di Papua yang masih diwarnai berbagai persoalan dan konflik.

Menurutnya, banyak korban tak bersalah yang jatuh akibat berbagai kepentingan, mirip dengan penderitaan Yesus yang menjadi korban meski tidak bersalah.

“Situasi ini mengajak kita bertanya, apakah Paskah menjadi momentum rekonsiliasi atau justru kita semakin jauh dari perdamaian,” katanya.

Pastor Benny menekankan bahwa Paskah seharusnya menjadi momen bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta meneladani Yesus sebagai pembawa damai.

20260403

Ia pun mengajak umat Kristiani untuk menjadi pribadi yang menghadirkan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita dipanggil menjadi pembawa damai, menghadapi berbagai tantangan dengan semangat kasih, demi kebaikan bersama dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Latihan Dasar SAR Timika bagi PPPK Resmi Dibuka, Peserta Digembleng Hingga 11 Mei

30 April 2026 - 15:13 WIB

IMG 20260430 WA0065

Inflasi Papua Tengah Berkarakter Khusus, Gubernur Siapkan Strategi Jangka Pendek dan Panjang

30 April 2026 - 15:06 WIB

IMG 20260430 WA0224

Silwanus Sumule: Otsus Tanpa MRP Kehilangan Ruh Pembangunan

30 April 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260430 WA0244

Jaga Asa Pendidikan di Pedalaman, Aparat Kawal Ujian TKA di SD Inpres Uta II

30 April 2026 - 14:42 WIB

IMG 20260430 WA0192

Ratusan Liter Sopi Disita Saat KM Leuser Sandar di Pomako, Satu Orang Diamankan

30 April 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260430 WA0180
Trending di Headline