Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Musrenbang RKPD dan OTSUS 2027, Pemkab Nabire Fokus Tangani ATS, Stunting dan Sinkronisasi Program 

Etty Welerbadge-check


					Musrenbang RKPD dan OTSUS 2027, Pemkab Nabire Fokus Tangani ATS, Stunting dan Sinkronisasi Program  Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta program Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Nabire, Selasa (31/3/2026), ini menyoroti sejumlah isu strategis daerah, di antaranya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), stunting, serta pentingnya sinkronisasi program Otsus agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Bupati Nabire, perwakilan Bapperida Provinsi Papua Tengah, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, Polres Nabire, Kodim Nabire, Ketua DPRK Nabire, para kepala OPD, serta pemangku kepentingan lainnya.

IMG 20260331 WA0017

Ketua Panitia Musrenbang, Luis Marten Inggesi selaku Kepala Bidang Sosial Budaya, melaporkan bahwa hasil pra-Musrenbang menghasilkan 387 program dan 1.117 kegiatan dengan total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp555 miliar lebih.

IMG 20260331 WA0014

Ia merinci, pada bidang prasarana dan sarana terdapat 91 program dan 299 kegiatan dengan anggaran sekitar Rp138,8 miliar. Bidang ekonomi mencatat 140 program dan 450 kegiatan dengan kebutuhan anggaran Rp324,8 miliar. Sementara bidang sosial budaya mencakup 156 program dan 365 kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp1,07 triliun.

Selain itu, usulan tersebut telah melalui seleksi awal untuk penyusunan program Dana Otsus dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Tahun 2027, yang difokuskan pada misi prioritas daerah, yakni Nabire Sehat, Nabire Cerdas, dan Nabire Produktif.

“Diharapkan usulan program ini dapat dipertajam dalam pembahasan Musrenbang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kesesuaian pendanaan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BP3OKP Papua Tengah, Koordinator Pokja Cerdas Yulianus Kuayo, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh program pembangunan selaras dengan arah kebijakan percepatan Otsus Papua.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu indikator penting yang menjadi perhatian adalah angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data, jumlah ATS di Papua Tengah mengalami penurunan dari sekitar 205 anak pada 2024 menjadi sekitar 130-an kasus pada 2026.

“Ini menunjukkan intervensi mulai berjalan, namun harus terus diperkuat melalui perencanaan yang berbasis data,” ungkapnya.

Selain ATS, isu stunting dan HIV/AIDS juga menjadi perhatian serius yang perlu diintegrasikan dalam program pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut sebenarnya telah terpetakan dalam dokumen perencanaan, namun membutuhkan sinkronisasi yang lebih kuat dalam implementasinya.

BP3OKP juga menyoroti masih adanya ketidaksinkronan antara program rutin perangkat daerah dengan rencana aksi percepatan pembangunan, yang berdampak pada lambatnya peningkatan indikator pembangunan.

IMG 20260331 WA0016

Yulianus menekankan bahwa BP3OKP memiliki peran strategis dalam melakukan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, hingga koordinasi pembangunan, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan.

Ia mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menghadirkan inovasi dan perubahan paradigma dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Kita membutuhkan cara baru, desain baru, dan lompatan kebijakan agar target pembangunan dapat tercapai,” tegasnya.

Musrenbang RKPD dan Otsus Tahun 2027 ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang lebih terarah, terukur, serta berpihak kepada masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong 5 Penghargaan ISRA 2026

7 Agustus 2026 - 14:48 WIB

IMG 20260807 WA0188

SD YPPK Waghete dan SD YAPIS Raih Juara I Lomba Cerdas Cermat HUT ke-81 RI Tingkat SD di Deiyai

7 Agustus 2026 - 14:34 WIB

IMG 20260807 WA0196

Regenerasi Kepemimpinan WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Petornela Giyai Resmi Pimpin Periode 2026–2030

7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

IMG 20260807 WA0014

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire

7 Agustus 2026 - 08:51 WIB

IMG 20260807 WA0010

Jelang HUT Pramuka ke-65, Kwarcab Nabire Gelar Bakti Bersih Serentak di Sejumlah Titik 

7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

IMG 20260807 WA0000
Trending di Headline