NABIRE – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Papua Tengah tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi terhadap peran strategis lembaga pendidikan pelopor dan swasta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Tanah Papua.
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John Nasion Robby Gobai menegaskan bahwa keberadaan lembaga pendidikan pelopor seperti Yayasan Pendidikan Kristen, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-gereja Injil, Yayasan Pendidikan Advent, serta Yayasan Pendidikan Islam memiliki kontribusi besar dalam pembangunan pendidikan di Papua.
Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut telah hadir dan berkarya jauh sebelum Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses.
“Sekolah negeri dan swasta memiliki peran yang sama dalam mendidik anak bangsa. Banyak pemimpin di negeri ini lahir dari sekolah-sekolah swasta yang dibina oleh lembaga pelopor pendidikan,” ujar Gobai dalam keterangan tertulis wartawan Sabtu, (2/5/2026).
Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar peserta didik di lembaga pendidikan swasta di Papua Tengah merupakan Orang Asli Papua (OAP), mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, keberadaan sekolah swasta dinilai sangat strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
Namun demikian, Gobai menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang konkret, tidak hanya sebatas wacana.
Ia menyebutkan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua serta Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021, lembaga pendidikan pelopor dan swasta perlu mendapatkan dukungan dalam bentuk pendanaan, penyediaan sarana dan prasarana, serta tenaga pendidik Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan regulasi melalui Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan Lembaga Pelopor Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Swasta.
“Peranan lembaga pendidikan pelopor dan swasta harus dihargai dan dihormati melalui regulasi yang jelas, agar tidak hanya menjadi kebijakan tanpa implementasi,” tegasnya.
Ia berharap perhatian terhadap lembaga pendidikan pelopor dan swasta di Papua Tengah terus ditingkatkan secara berkelanjutan demi menciptakan sistem pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Mari kita bersama membangun pendidikan Papua Tengah yang lebih baik,” tutupnya. (MB)









