TIMIKA – Penutupan Piala Gubernur PSSI Liga 4 Zona Papua Tengah Musim Kompetisi 2025/2026 di Kabupaten Mimika tidak hanya menjadi akhir dari sebuah kompetisi sepak bola, tetapi juga momentum penting dalam membangun karakter generasi muda di Papua Tengah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi bagi anak-anak muda.
“Kompetisi ini bukan sekadar pertandingan, tetapi wadah pembinaan, pengembangan bakat, serta pembentukan karakter generasi muda Papua Tengah,” ujarnya saat menutup kegiatan tersebut.
Belajar Disiplin, Kerja Sama, dan Sportivitas
Kompetisi yang berlangsung di Stadion Wania Imipi ini diikuti oleh tim dari 7 kabupaten di Papua Tengah, mempertemukan para pemain muda dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut Nawipa, nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, kerja sama, dan pantang menyerah menjadi pelajaran penting yang didapat para pemain selama kompetisi berlangsung.
“Melalui olahraga, kita belajar tentang kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” katanya.
Prestasi dan Motivasi Generasi Muda
Dalam laga final, Persipani dari Kabupaten Paniai berhasil meraih juara setelah mengalahkan Persipuncak dari Kabupaten Puncak dengan skor 2-0, melalui gol yang dicetak oleh Julios M dan Stefanus Gobay.
Sementara itu:
* Juara II: Perpunjak (Kabupaten Puncak)
* Juara III: Persido (Kabupaten Dogiyai)
* Juara Harapan: Persemi (Kabupaten Mimika)
Keberhasilan ini dinilai tidak hanya sebagai pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkembang.
Komitmen Pemerintah
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Nawipa, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Melalui kompetisi seperti Liga 4 ini, diharapkan lahir talenta-talenta muda yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam kehidupan sosial.
Olahraga sebagai Pemersatu
Dengan mengusung tema “Satu Tanah, Satu Bola, Satu Papua Tengah”, kompetisi ini juga menjadi sarana mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.
Penutupan Liga 4 ini diharapkan menjadi awal dari pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda, sekaligus langkah nyata dalam membangun masa depan Papua Tengah melalui olahraga. (MB)









