Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Nabire Teluk Kimi Lani, Ini Alasannya

Etty Welerbadge-check


					BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Nabire Teluk Kimi Lani, Ini Alasannya Perbesar

NABIRE – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nabire Teluk Kimi Lani di Kabupaten Nabire, menyusul dugaan gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi BGN Nomor 945/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026, yang ditujukan kepada Kepala SPPG Nabire Teluk Kimi Lani.

IMG 20260318 WA0002

Dalam surat itu disebutkan, penghentian sementara dilakukan berdasarkan laporan kejadian menonjol (KM) pada 13 Maret 2026 terkait gangguan pencernaan yang diduga terjadi akibat konsumsi makanan dari program MBG. Selain itu, keputusan juga diambil setelah adanya investigasi awal di lapangan serta pertimbangan pimpinan BGN.

BGN menegaskan bahwa penghentian operasional ini bersifat sementara, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

“Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk respons cepat guna memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Marsel kepada awak media, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, langkah ini penting untuk memberikan ruang bagi tim terkait dalam melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan pencernaan yang dialami siswa dan guru.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Menurut Marsel, saat ini BGN bersama instansi teknis tengah melakukan pemeriksaan secara komprehensif, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG Lani.

Selain itu, evaluasi terhadap standar kebersihan dan sanitasi juga menjadi fokus utama dalam investigasi tersebut.

Ia menambahkan, operasional dapur SPPG Lani baru akan kembali dibuka setelah seluruh proses investigasi selesai dan hasilnya dinyatakan aman.

“Penutupan sementara ini akan berlangsung hingga hasil investigasi selesai dan dinyatakan aman untuk kembali beroperasi,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline