Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras

Etty Welerbadge-check


					Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras Perbesar

TIMIKA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah menggelar aksi 1.000 lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman cairan keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

20260317

Aksi tersebut dipusatkan di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Selasa (17/03/2026), dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Andrie Yunus dikenal sebagai penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus advokat yang aktif mengkritisi isu militerisme, termasuk RUU TNI serta pengajuan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Hingga kini, pelaku penyiraman belum berhasil ditangkap.

20260317

Sebelum pembakaran lilin, Ketua YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, membacakan sejumlah tuntutan. Ia menilai pemerintah lambat dalam mengungkap identitas pelaku dan menegaskan bahwa tindakan teror terhadap aktivis merupakan pelanggaran HAM serta bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi.

“Presiden RI harus turut bertanggung jawab dan mengerahkan seluruh kewenangan untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus,” ujar Yosep dalam orasinya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta guna mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Yosep menduga kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan terorganisir dan melibatkan pihak-pihak tertentu.

Selain itu, ia mengkritik kondisi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang dinilainya mengalami kemunduran. YLBH Papua Tengah, lanjutnya, menolak segala bentuk praktik otoritarianisme yang berpotensi mengancam kehidupan demokrasi.

20260317

Meski demikian, Yosep menegaskan bahwa aksi teror tidak akan menyurutkan perjuangan masyarakat sipil. Ia menyebut, jika keadilan terus ditunda, maka kekecewaan publik dapat berkembang menjadi gelombang perlawanan yang lebih besar.

20260317

Aksi 1.000 lilin berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat TNI dan Polri. Nyala lilin yang dibawa para peserta menjadi simbol doa, harapan, dan dukungan bagi Andrie Yunus, sekaligus penegasan agar demokrasi di Indonesia tetap hidup dan tidak padam. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Upacara Hardiknas 2026 di Deiyai: Momentum Refleksi dan Penguatan Pendidikan Nasional

2 Mei 2026 - 14:12 WIB

IMG 20260502 WA0113

Bupati Paniai Yampit Nawipa Pimpin upacara Peringati Hardiknas Tahun 2026 : Soroti Siswa Berbijak Medsos

2 Mei 2026 - 13:59 WIB

IMG 20260502 WA0109(1)

Hardiknas 2026: DPR Papua Tengah Soroti Pentingnya Pemberdayaan Sekolah Pelopor dan Swasta

2 Mei 2026 - 13:47 WIB

IMG 20260502 WA0106

Gubernur Papua Tengah Resmikan SLB Negeri Pembina, Komitmen Pendidikan Inklusif bagi Anak Disabilitas

2 Mei 2026 - 13:40 WIB

IMG 20260502 WA0102

Hardiknas 2026: Gubernur Papua Tengah Dorong Sinkronisasi Program Pendidikan dan Ekonomi Daerah

2 Mei 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260502 WA0095
Trending di Headline