Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras

Etty Welerbadge-check


					Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras Perbesar

TIMIKA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah menggelar aksi 1.000 lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman cairan keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

20260317

Aksi tersebut dipusatkan di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Selasa (17/03/2026), dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Andrie Yunus dikenal sebagai penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus advokat yang aktif mengkritisi isu militerisme, termasuk RUU TNI serta pengajuan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Hingga kini, pelaku penyiraman belum berhasil ditangkap.

20260317

Sebelum pembakaran lilin, Ketua YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, membacakan sejumlah tuntutan. Ia menilai pemerintah lambat dalam mengungkap identitas pelaku dan menegaskan bahwa tindakan teror terhadap aktivis merupakan pelanggaran HAM serta bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi.

“Presiden RI harus turut bertanggung jawab dan mengerahkan seluruh kewenangan untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus,” ujar Yosep dalam orasinya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta guna mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Yosep menduga kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan terorganisir dan melibatkan pihak-pihak tertentu.

Selain itu, ia mengkritik kondisi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang dinilainya mengalami kemunduran. YLBH Papua Tengah, lanjutnya, menolak segala bentuk praktik otoritarianisme yang berpotensi mengancam kehidupan demokrasi.

20260317

Meski demikian, Yosep menegaskan bahwa aksi teror tidak akan menyurutkan perjuangan masyarakat sipil. Ia menyebut, jika keadilan terus ditunda, maka kekecewaan publik dapat berkembang menjadi gelombang perlawanan yang lebih besar.

20260317

Aksi 1.000 lilin berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat TNI dan Polri. Nyala lilin yang dibawa para peserta menjadi simbol doa, harapan, dan dukungan bagi Andrie Yunus, sekaligus penegasan agar demokrasi di Indonesia tetap hidup dan tidak padam. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jarak Pandang Menurun, Polres Mimika Minta Pengendara Lebih Hati-hati

13 Oktober 2026 - 11:42 WIB

IMG 20261013 WA0049

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Dekai Disergap, Polisi Sita Amunisi dan Senjata Tajam

13 Oktober 2026 - 11:36 WIB

IMG 20261013 WA0048

DPRK Mimika Perkuat Pemahaman Masyarakat soal Perlindungan UMKM OAP

13 Oktober 2026 - 11:24 WIB

IMG 20261013 WA0044

Kabut Asap Tebal Mulai Masuk Rumah Warga, Aktivitas Pagi di Tengah Ancaman Gangguan Kesehatan

13 Oktober 2026 - 11:21 WIB

IMG 20261013 WA0042

Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah

13 Oktober 2026 - 10:50 WIB

IMG 20261013 WA0429
Trending di Headline