Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras

Etty Welerbadge-check


					Aksi 1.000 Lilin di Timika, YLBH Papua Tengah Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras Perbesar

TIMIKA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah menggelar aksi 1.000 lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman cairan keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

20260317

Aksi tersebut dipusatkan di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, pada Selasa (17/03/2026), dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Andrie Yunus dikenal sebagai penggiat Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus advokat yang aktif mengkritisi isu militerisme, termasuk RUU TNI serta pengajuan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Eksternal KontraS. Hingga kini, pelaku penyiraman belum berhasil ditangkap.

20260317

Sebelum pembakaran lilin, Ketua YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun, membacakan sejumlah tuntutan. Ia menilai pemerintah lambat dalam mengungkap identitas pelaku dan menegaskan bahwa tindakan teror terhadap aktivis merupakan pelanggaran HAM serta bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi.

“Presiden RI harus turut bertanggung jawab dan mengerahkan seluruh kewenangan untuk menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus,” ujar Yosep dalam orasinya.

Ia juga mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta guna mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Yosep menduga kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan terorganisir dan melibatkan pihak-pihak tertentu.

Selain itu, ia mengkritik kondisi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia yang dinilainya mengalami kemunduran. YLBH Papua Tengah, lanjutnya, menolak segala bentuk praktik otoritarianisme yang berpotensi mengancam kehidupan demokrasi.

20260317

Meski demikian, Yosep menegaskan bahwa aksi teror tidak akan menyurutkan perjuangan masyarakat sipil. Ia menyebut, jika keadilan terus ditunda, maka kekecewaan publik dapat berkembang menjadi gelombang perlawanan yang lebih besar.

20260317

Aksi 1.000 lilin berlangsung tertib di bawah pengawasan aparat TNI dan Polri. Nyala lilin yang dibawa para peserta menjadi simbol doa, harapan, dan dukungan bagi Andrie Yunus, sekaligus penegasan agar demokrasi di Indonesia tetap hidup dan tidak padam. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dukung Pencabutan Izin Tambang Bermasalah, Minta Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal di Papua Tengah

23 Oktober 2026 - 02:36 WIB

IMG 20261023 WA0018

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027
Trending di Headline