Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Papua Tengah Sahkan Perdasi Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Pelopor dan Swasta

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Sahkan Perdasi Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Pelopor dan Swasta Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi mengesahkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasi) Papua Tengah Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan Lembaga Pelopor Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Swasta. Kebijakan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus penghargaan pemerintah terhadap peran penting lembaga-lembaga pendidikan tersebut dalam membangun sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengatakan bahwa pengesahan Perdasi ini merupakan tonggak penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di daerah tersebut.

Menurut Gobai, sejak masuknya para misionaris ke Tanah Papua pada tahun 1855 di Manokwari dan 1894 di Fakfak, berbagai lembaga pendidikan berbasis gereja telah menjadi pelopor pembangunan sekolah di berbagai wilayah, mulai dari kampung hingga daerah terpencil.

“Lembaga-lembaga seperti YPK, YPPGI, YPPK, Yayasan ADVEN, dan YAPIS telah berperan besar membangun sekolah-sekolah dari pesisir hingga pegunungan. Yayasan-yayasan milik gereja ini terbukti mampu menjangkau desa-desa terpencil yang sulit dijangkau,” ujar Gobai dalam keterangan tertulis kepada wartawan Selasa, (10/3/2026).

Namun demikian, Gobai menjelaskan bahwa sejak dihentikannya bantuan dari Belanda pada tahun 1992, berbagai karya pendidikan yang dikelola lembaga berbasis Kristen, baik Katolik maupun Protestan, mulai mengalami penurunan.

Di sisi lain, lembaga pendidikan swasta lainnya juga turut berperan dalam pengembangan pendidikan di Papua Tengah, dengan mayoritas peserta didiknya merupakan Orang Asli Papua (OAP). Lembaga-lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Karena itu, menurut Gobai, lembaga pendidikan pelopor dan lembaga pendidikan swasta membutuhkan ruang pemberdayaan yang memadai melalui dukungan pemerintah, baik dalam bentuk sarana, prasarana, maupun pendanaan.

Perdasi ini juga merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, khususnya Pasal 56 ayat (4) yang menyatakan bahwa pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, serta dunia usaha untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan.

Selain itu, Pasal 56 ayat (5) dan Pasal 10 ayat (1) dalam undang-undang yang sama menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan bantuan atau subsidi serta memprioritaskan pengurus dan peserta didik yang mayoritas Orang Asli Papua.

“Sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan kepada Lembaga Pelopor Pendidikan, Perdasi ini memastikan agar frasa lembaga keagamaan dan lembaga swadaya masyarakat dalam Pasal 56 ayat (4) tidak ditafsirkan secara bias. Karena itu, prioritas penguatan perlu diberikan kepada lembaga pelopor pendidikan serta lembaga pendidikan swasta yang dibentuk oleh Orang Asli Papua atau yang pengajar dan peserta didiknya mayoritas OAP di Papua Tengah,” jelas Gobai.

Dengan ditandatanganinya Perdasi Papua Tengah Nomor 9 Tahun 2026 tersebut, pemerintah berharap seluruh pihak terkait, termasuk gubernur, para bupati, kepala dinas pendidikan, serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Papua Tengah dapat melaksanakan regulasi ini secara optimal.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan menyeluruh bagi lembaga pendidikan pelopor dan lembaga pendidikan swasta, sekaligus menghargai jasa mereka dalam membangun pendidikan serta meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline