TIMIKA – Pemerintah Kelurahan Kwamki mengusulkan sebanyak 210 program dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026. Ratusan usulan tersebut mencakup program fisik maupun nonfisik yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Lurah Kwamki, Andreas Alua Mitoro, mengatakan seluruh usulan yang diajukan merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat, termasuk sejumlah program tahun sebelumnya yang belum sempat terakomodasi.
“Musrenbang tahun ini kita mengusulkan 210 program. Itu termasuk usulan tahun lalu yang belum diakomodir dan kita ajukan kembali karena masih menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Dari total usulan tersebut, sekitar 50 persen merupakan program fisik, seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Sementara sekitar 30 persen lainnya merupakan program nonfisik yang lebih difokuskan pada pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

Program nonfisik tersebut meliputi pemberdayaan usaha kecil, bantuan bagi kelompok usaha mama-mama, serta dukungan kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu, terdapat pula bantuan nonfisik untuk sektor pendidikan.
“Untuk bantuan ke sekolah, itu berkaitan dengan sarana dan prasarana, baik fasilitas belajar maupun penunjang lainnya. Tahun ini ada sekitar empat sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA, yang diusulkan,” jelasnya.
Andreas berharap dari 210 program yang diajukan, sejumlah kegiatan yang dinilai paling mendesak dapat ditetapkan sebagai prioritas dan diinput dalam sistem perencanaan untuk dibahas pada Musrenbang tingkat distrik.
“Kami akan memilah mana yang benar-benar urgen dan prioritas untuk diinput ke sistem dan dibawa ke Musrenbang tingkat distrik. Harapan kami, program yang menjadi prioritas itu bisa dijawab dan direalisasikan,” pungkasnya. (Etty)








