JAKARTA — Menteri Natalius Pigai kembali menjadi sorotan publik nasional dengan pendekatannya terhadap demokrasi yang dinilainya harus merendah dan merangkul semua lapisan masyarakat. Dalam sebuah pernyataan opini yang belakangan viral, Pigai menekankan pentingnya demokrasi tanpa sekat sebagai model yang bisa diteladani oleh Indonesia — dengan menaruh pengalaman sosial budaya Papua sebagai sumber inspirasi utama.
Menurut Pigai, esensi demokrasi sejati bukan hanya berkutat pada prosedur formal kelembagaan, tetapi pada kemampuan pejabat negara untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan rakyat tanpa sekat sosial ataupun birokratis. Gaya komunikasi yang lugas dan keterbukaan terhadap kritik publik menurutnya merupakan kunci membumikan nilai demokrasi.
Demokrasi yang “Hidup” dari Papua
Natalius Pigai menegaskan bahwa pengalaman kolektif masyarakat Papua — yang selama ini hidup dalam dinamika sosial unik dan penuh tantangan — memberi pelajaran penting tentang pluralitas, saling menghormati, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa dalam kehidupan bernegara. Ia menilai Papua merupakan contoh nyata bahwa demokrasi harus hadir tanpa sekat yang membatasi dialog dan partisipasi.
Menurut Pigai, pejabat publik yang sukses seharusnya tidak hanya berada di menara jajaran elit birokrasi, tetapi datang lebih dekat kepada masyarakat — menerima kritik secara langsung, berdialog terbuka, dan menghargai berbagai aspirasi tanpa memutus ruang komunikasi. Dengan begitu, demokrasi menjadi tidak hanya aturan di atas kertas, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sosial.
Kinerja dan Keterbukaan
Dalam pernyataannya, Pigai juga mendorong lembaga negara untuk memperluas akses warga dalam mengkritik kebijakan pemerintahan secara bertanggung jawab. Ia menyebutkan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan pejabat yang tidak alergi terhadap kritik dan mampu membuka ruang dialog secara terus-menerus. Hal ini, menurutnya, justru meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan publik.
Simbol Partisipasi Papua di Panggung Nasional
Lebih jauh, Pigai melihat keterlibatan aktif warga Papua di panggung nasional sebagai simbol penting keberagaman Indonesia. Papua menurutnya menghadirkan kekayaan budaya, perspektif sosial, serta pengalaman hidup yang dapat memperkaya pemahaman bangsa akan nilai demokrasi — terutama dalam konteks menghormati hak asasi manusia, akses pendidikan, dan pemerataan pembangunan.
Dengan semangat itu, ia menyerukan agar demokrasi tidak dibangun di balik tembok protokol dan formalitas semata, tetapi melalui hubungan yang egaliter antara negara dan rakyat. ”Demokrasi tanpa sekat adalah demokrasi yang hidup di tengah rakyatnya,” ujar Pigai dalam pernyataannya yang kini menjadi bahan diskusi luas di berbagai kalangan







