NABIRE – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, mengumumkan pelaksanaan kegiatan PANDAI 2026 (Generasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas) yang akan digelar pada 3 Maret 2026 di Nabire.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 28 Februari hingga 2 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan lomba cerdas cermat yang diperuntukkan khusus bagi pelajar Muslim tingkat SD, SMP, SMA, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah di Nabire dan sekitarnya.
Deinas Geley menjelaskan, program PANDAI 2026 digagas untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus membangun semangat belajar generasi muda di Papua Tengah.
“Saya membuat program ini untuk menghormati dan menghargai saudara-saudara Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Saat Natal, saudara Muslim menghormati kami. Maka di bulan puasa ini, kami juga menunjukkan penghormatan yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam membangun Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa PAN tidak hanya berbicara soal politik, tetapi juga berupaya menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung generasi muda.
Ia menilai lomba cerdas cermat dapat mendorong anak-anak untuk lebih giat belajar, melatih kemampuan berpikir kritis, serta membangun semangat kompetisi yang sehat.
“Hadiah bukan tujuan utama. Yang kami kejar adalah mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan itu dasar. Kalau anak-anak kita cerdas, masa depan Papua Tengah akan lebih baik,” katanya.
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta. Rinciannya, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, juara ketiga Rp3 juta, juara keempat Rp2 juta, dan juara harapan Rp1 juta. Selain uang pembinaan, para pemenang juga akan menerima trofi penghargaan.
Deinas menegaskan, ia menyampaikan program tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW PAN Papua Tengah. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal gerakan pendidikan yang lebih luas dan ke depan dapat melibatkan kabupaten-kabupaten lain di Papua Tengah.
Selain itu, setelah Ramadan dan Idulfitri, PAN berencana menggelar kegiatan serupa dalam momentum Paskah sebagai bentuk komitmen menjaga kebersamaan dan keseimbangan antarumat beragama.
“Kita ingin anak-anak Muslim dan Kristen di Papua Tengah maju bersama. Pendidikan harus mempersatukan kita, bukan memisahkan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh orang tua Muslim di Nabire untuk segera mendaftarkan anak-anaknya, mengingat waktu pendaftaran yang terbatas.
“Kesempatan ini terbatas. Mari manfaatkan momen Ramadan ini untuk membangun generasi yang cerdas dan berkualitas,” pungkasnya. (MB)








