Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

BMKG Nabire: Wilayah Papua Tengah Masuki Musim Peralihan Menuju Hujan

Etty Welerbadge-check


					BMKG Nabire: Wilayah Papua Tengah Masuki Musim Peralihan Menuju Hujan Perbesar

NABIRE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire menyampaikan bahwa kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Nabire dan Papua Tengah pada umumnya masih dipengaruhi oleh musim peralihan menuju musim hujan yang berlangsung pada periode Januari hingga Februari. Hal tersebut disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG Nabire, Leo Arie Wibawa, S.Tr, Kamis (22/1/2026).

Leo menjelaskan, untuk kondisi cuaca hari ini, wilayah Nabire diprakirakan mengalami cuaca berawan pada pagi hingga siang hari. Sementara itu, pada malam hingga dini hari berpotensi terjadi awan tebal dengan peluang hujan lokal hingga hujan ringan sampai sedang.

“Memasuki Januari–Februari, Nabire sudah berada pada fase peralihan ke musim hujan, sehingga terjadi peningkatan intensitas curah hujan, khususnya di wilayah pesisir dan pegunungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada periode peralihan ini sering terbentuk awan-awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Secara klimatologis, wilayah Nabire termasuk dalam kategori non-zonal, yakni wilayah yang tidak memiliki perbedaan yang tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

“Cuaca di Nabire sangat dipengaruhi oleh sistem angin darat dan angin laut, sehingga peluang hujan tetap ada hampir sepanjang tahun,” jelas Leo.

Berdasarkan data iklim historis, Kabupaten Nabire diketahui memiliki tiga puncak musim hujan, yaitu pada periode Februari–Maret, Juni–Juli–Agustus, serta Oktober–November. Meski demikian, perbedaan antara musim hujan dan kemarau di wilayah ini tidak terlalu signifikan.

Terkait cuaca ekstrem yang terjadi pada malam sebelumnya, Leo menjelaskan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus. Awan tersebut terbentuk akibat proses konveksi yang intens dan berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, petir, serta angin kencang.

“Pada saat proses pembentukan dan peluruhan awan Cumulonimbus, biasanya akan disertai angin kencang dan hujan lebat seperti yang terjadi semalam,” pungkasnya.

BMKG Nabire mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada malam hingga dini hari, serta terus memantau dan memperhatikan informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan oleh BMKG. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Bimas Katolik Tinjau Pembangunan Asrama SMAKN Keerom, Tekankan Penguatan ASN dan Mutu Pendidikan

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260619 WA0046

Bupati Nabire Terbitkan Surat Edaran Pengawasan BBM Bersubsidi, Terapkan Sistem Plat Ganjil-Genap

20 Juni 2026 - 12:10 WIB

IMG 20260620 WA0002

Terima Pendampingan Data SDMK, Kadinkes Deiyai Apresiasi Dukungan Dinkes Papua Tengah

20 Juni 2026 - 12:05 WIB

IMG 20260620 WA0001

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan OAP, Gubernur: Siapkan Diri Jadi Aparatur Masa Depan Daerah

20 Juni 2026 - 12:00 WIB

IMG 20260620 WA0010

Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika, Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

20 Juni 2026 - 11:32 WIB

IMG 20260620 WA0015
Trending di Headline