Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan 

Etty Welerbadge-check


					Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan  Perbesar

TIMIKA – Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) melakukan aksi demo ke Kantor DPRK Mimika pada Rabu (17/12/2025).

Dalam aksi demo tersebut massa menyampaikan tujuh (7) tuntutan ke DPRK Mimika, diantaranya :

1.Presiden Republik Indonesia segera tarik Militer dari distrik Jila.

2.  Komnas HAM Republik Indonesia segera datang di  distrik Jila.

3. Kami masyarakat Amugme menuntut dengan tegas, segerah cabut pemetaan zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa dari Jigimugi
Sampai Jelamatagal.

4. Negara wajib menjamin hak asasi masyarakat sipil.

5. Militer wajib menjalankan Hukum-Humaniter.

6. Pemerintah Kabupaten Mimika segera, ciptakan suasana damai di Jila  agar rakyat bisa mengikuti perayaan Natal  dan Tahun Baru dalam suasana damai.

7. DPRK Kabupaten Mimika segera bentuk Pansus kemanusiaan khususnya di Distrik Jila.

Seusai melakukan aksi, Eli Dolame saat ditemui menegaskan agar militer organik dan non organik segera ditarik, mengingat hingga saat ini masyarakat di Jila hidup dalam ketakutan dan mengungsi ke ibu kota Distrik.

“Kami lakukan aksi hari ini supaya segera tarik militer organik dan non organik dari Jila. Militer jalankan operasi di Distrik Jila itu tidak sesuai SOP, akan tetapi malah membuat masyarakat trauma,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fransisca Pinimet selaku aktivitas HAM, agar Presiden Prabowo Subianto segera tarik militer organik dan non organik dari Jila.

“Kehadiran militer membuat ketakutan,sehingga seluruh warga harus melarikan diri ke hutan, bahkan 10 warga hingga saat ini belum ditemukan,”ujarnya.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi II, Dolfin Beanal dengan didampingi sejumlah anggota DPRK lainnya menyatakan siap mengawal aspirasi yang telah disampaikan dan mendorong pembentukan pansus dan berkolaborasi dengan Pansus kemanusiaan Provinsi Papua Tengah.

“Pansus ini juga akan diupayakan agar melibatkan TNI-Polri,”katanya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PPDB SMA/SMK di Mimika Wajib Ikuti Juknis, Orang Tua Diminta Tak Terpaku pada SMA Negeri 1

24 Juni 2026 - 07:33 WIB

IMG 20260623 WA0037

Kapolres Mimika Ingatkan Konsekuensi Hukum Bagi Pihak Yang Langgar Kesepakatan Damai

24 Juni 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260624 WA0039

Usai Perdamaian, Bupati Mimika Tetapkan Kwamki Narama sebagai Zona Damai untuk Dorong Pembangunan

24 Juni 2026 - 07:24 WIB

IMG 20260624 WA0038

Damai Adat di Kampung Amole Akhiri Konflik Berkepanjangan di Kwamki Narama

24 Juni 2026 - 07:12 WIB

IMG 20260624 WA0034

DPD BMP RI Papua Tengah Kukuhkan Pengurus DPC Kabupaten Paniai dan Dogiyai

24 Juni 2026 - 06:54 WIB

IMG 20260624 WA0024
Trending di Headline