Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Pemprov Papua Tengah Siapkan Pembentukan Lembaga Khusus, Fokus Tangani Perlindungan Anak Mulai 2026

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Siapkan Pembentukan Lembaga Khusus, Fokus Tangani Perlindungan Anak Mulai 2026 Perbesar

NABIRE – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, S.Sos., menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memperkuat perhatian terhadap perlindungan anak melalui pembentukan lembaga khusus yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Misikmbo kepada awak media usai pembukaan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pemenuhan hak anak di Nabire.

Img 20251203 wa0099

Menurutnya, kondisi anak-anak di Papua Tengah masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait meningkatnya kasus-kasus kriminalitas yang melibatkan anak.

“Memang perlu ada perhatian terkait kondisi anak-anak di Papua Tengah. Kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk Bappeda, dan ke depan akan dibentuk satu lembaga khusus agar masalah-masalah menonjol, terutama kriminalitas, bisa diminimalisir, ” ujarnya.

Misikmbo menjelaskan bahwa pemerintah perlu memastikan adanya kegiatan positif yang dapat menopang perkembangan anak, termasuk literasi, pembinaan karakter, serta program-program yang membantu anak mengatur diri dan bertumbuh dalam lingkungan yang baik.

“Anak-anak harus dihimpun dalam kegiatan atau lembaga tertentu agar mereka hidup lebih baik dan terarah. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah Provinsi Papua Tengah,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Papua Tengah telah mengambil langkah awal dengan membentuk dinas yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak. Rencananya, pada tahun 2026, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan dipisahkan secara struktural dari Dinas Sosial agar penanganannya lebih terfokus.

“Rencana pembentukan OPD khusus ini diperkirakan berjalan pada pertengahan 2026. Dengan begitu, perhatian terhadap anak bisa lebih spesifik dan terarah,” jelas Misikmbo.

Ia berharap, langkah ini akan membuka ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan optimal serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019

211 Warga Pasar Sentral Terima Bantuan Pangan, Leni Tonglo Pastikan Tepat Sasaran

6 November 2026 - 05:38 WIB

IMG 20261106 WA0016
Trending di News