Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Amungme dan Kamoro yang Raih Gelar Dokter

Etty Welerbadge-check


					Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Amungme dan Kamoro yang Raih Gelar Dokter Perbesar

TIMIKA — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengapresiasi pencapaian tiga generasi muda Papua penerima beasiswa yang dikelola melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Ketiganya berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan resmi menyandang gelar dokter pada tahun ini.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para penerima beasiswa tersebut.

“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta sikap adaptif telah membawa mereka meraih cita-cita. Freeport bangga dapat menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua berprestasi di tingkat nasional dan global,” ujar Claus di Timika, Sabtu, (22/11/2025)

Dokter Pertama dari Suku Amungme dan Kamoro

Ketiga lulusan baru tersebut adalah:

* dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari Suku Kamoro

* dr. Christanto Beanal, dokter laki-laki pertama dari Suku Amungme

* dr. Sephia Chrisilla Jangkup, dokter perempuan pertama dari Suku Amungme

Claus menegaskan bahwa capaian ini memperlihatkan dampak nyata program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK dalam mendukung pendidikan generasi Papua.

Komitmen Panjang YPMAK Dalam Pengembangan SDM Papua

Program beasiswa YPMAK telah berjalan sejak tahun 1996 dan menjadi salah satu bentuk komitmen PTFI dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat adat Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ketiga dokter tersebut.

“Kami ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang kuat melalui dana kemitraan dari PTFI, agar anak-anak Papua dapat kembali membantu masyarakatnya sendiri,” ujar Leo.

Kisah Perjalanan Para Dokter Muda

dr. Thalia Thomas Karupukaro

Img 20251122 wa0193

Thalia menerima beasiswa sejak 2013, mulai dari SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga lulus sebagai dokter dari Universitas Katolik Atma Jaya pada 4 November 2025.

Ia menyebut dua momen paling membanggakan dalam perjalanan pendidikannya:

* Terpilih mewakili Sulawesi Utara dalam lomba nasional geosains,

* dan pasien yang kembali khusus untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.

“Sesederhana itu, tetapi sangat membanggakan. Saya merasa benar-benar bermanfaat,” ujar Thalia.

Ia mengungkapkan motivasinya menjadi dokter karena pengalaman pribadi akan sulitnya akses layanan kesehatan di Papua.

“Beasiswa PTFI membuka jalan bagi saya. Saya ingin menjadi solusi bagi masalah kesehatan di Papua,” katanya.

dr. Christanto Beanal

Img 20251122 wa0194

 

Christanto menyelesaikan pendidikan dokter di Unika Atma Jaya dan kini menempuh S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Ia menekankan bahwa beasiswa YPMAK memberikan dukungan menyeluruh.

“YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti, bukan hanya administrasi, tetapi juga dukungan psikis dan emosional,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya akademik, tetapi juga kebutuhan akan komunitas yang saling menguatkan.

dr. Sephia Chrisilla Jangkup

Img 20251122 wa0191

Sephia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta pada awal 2025 dan kini menjalani internship di RSUD Mimika.

“Saya bangga dapat membuktikan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya suku Amungme dan Kamoro, bisa menjadi dokter,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilannya dapat menginspirasi generasi berikutnya.

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PTFI adalah perusahaan tambang mineral terkemuka yang merupakan afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Perusahaan ini mengoperasikan tambang tembaga dan emas berkelas dunia di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kegiatan pemurnian mineral dilakukan di fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi mineral dalam negeri.

PTFI menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama melalui investasi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pokja PAUD Kabupaten Paniai Gelar Pembekalan TIM dan Fokus Materi Meningkatkan Kapasitas

22 April 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260422 WA0051

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030
Trending di Headline