Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

Yoris Raweyai: Konflik Papua Harus Diselesaikan dengan Formula Baru dan Kolaborasi Semua Pihak

Etty Welerbadge-check


					Yoris Raweyai: Konflik Papua Harus Diselesaikan dengan Formula Baru dan Kolaborasi Semua Pihak Perbesar

NABIRE — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Yoris Raweyai, menegaskan bahwa konflik di Tanah Papua bukanlah persoalan baru, namun hingga kini belum ada formula yang tepat dari negara untuk menyelesaikannya secara tuntas.

Hal tersebut disampaikan Yoris usai menghadiri Hearing Dialog antara DPR Papua Tengah, Pansus Kemanusiaan DPR Papua Tengah, dan DPD RI bersama para pengungsi Intan Jaya, yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Selasa (14/10/2025).

“Konflik Papua ini bukan konflik baru. Sejak 1 Mei 1963 hingga sekarang, eskalasinya naik-turun. Selama ini, negara belum menemukan satu formula yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Yoris.

Yoris yang telah mengikuti dinamika Papua sejak masa integrasi hingga pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) mengaku prihatin karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah pusat belum membuahkan hasil signifikan.

“Kami dulu berharap di era Presiden Jokowi, dengan kunjungan beliau yang sampai 17 kali ke Papua, masalah ini bisa selesai. Tapi justru pasca kehadiran beliau, eskalasi konflik meningkat. Ini menjadi pertanyaan besar: kenapa dengan dana besar dan perhatian khusus, tapi konflik tetap terjadi?” ujarnya.

Menurutnya, Papua memiliki keunikan tersendiri karena memiliki dasar hukum dan anggaran khusus yang besar melalui Otsus mencapai lebih dari Rp300 triliun sejak periode pertama. Namun, kesejahteraan masyarakat dan kedamaian belum terwujud secara merata.

“Uang sudah diberikan, kesempatan untuk orang asli Papua memimpin juga sudah ada. Tapi konflik tetap terjadi. Artinya ada yang salah dalam pendekatan kebijakan,” tambahnya.

Yoris menilai, pemerintah perlu bersikap tegas dan konsisten dalam menentukan arah kebijakan Papua, termasuk memperkuat kepastian hukum dan pendekatan yang lebih manusiawi. Ia juga berharap kepemimpinan Presiden ke-8, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dapat menghadirkan solusi nyata bagi Papua.

“Harapan kami, di era Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, masalah Papua ini bisa tuntas. Sudah cukup lama masyarakat Papua menderita dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai keberadaan pasukan keamanan yang sering kali tidak terkoordinasi dengan pemerintah daerah, Yoris menyebut bahwa koordinasi tetap ada, namun perlu dievaluasi secara lebih terbuka.

“TNI dan Polri punya tugas pokok masing-masing. Saya kira koordinasi pasti ada, hanya mungkin belum terbuka secara luas. Ini yang akan kami tanyakan langsung ke Pangdam dan Kapolda,” jelasnya.

Senator juga menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Papua Tengah setelah pemekaran daerah, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan tersebut.

“Dulu dari delapan kabupaten di Papua Tengah, hanya satu atau dua yang masuk kategori merah. Sekarang justru meningkat. Ini jadi perhatian kita bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendirian — semua pihak harus berkolaborasi,” tuturnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline