MIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Tengah, Pigai, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Dalam pertemuan dengan masyarakat di Jl. Malaria Kontrol, Kelurahan Timika Indah, Pigai menyoroti sejumlah kendala dalam penyelenggaraan ibadah haji yang masih menjadi tantangan bagi calon jemaah asal Papua Tengah. Selasa. (25/03/2025).
Salah satu temuan penting dalam kunjungan ini adalah tingginya jumlah jemaah lansia yang memerlukan perhatian khusus. Dari total kuota haji tahun 2025 sebanyak 2.157 orang, sebanyak 324 jemaah (15%) berusia di atas 65 tahun. Selain itu, 42 calon jemaah belum memiliki paspor akibat kendala administrasi kependudukan, yang menghambat proses keberangkatan mereka.
Fasilitas kesehatan juga dinilai masih kurang memadai untuk melayani jemaah berkebutuhan khusus.
“Kami mendapati seorang calon jemaah berusia 72 tahun dari Distrik Tembagapura harus menempuh perjalanan hingga 12 jam hanya untuk pemeriksaan kesehatan dasar. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” ungkap Pigai.
Pigai juga menerima keluhan dari masyarakat mengenai biaya perjalanan yang tinggi serta minimnya fasilitas pendukung bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Untuk mengatasi permasalahan ini, ia mengusulkan beberapa solusi, seperti penyediaan modul manasik haji dalam bahasa daerah agar lebih mudah dipahami, pengadaan layanan kesehatan keliling (mobile clinic) untuk pemeriksaan kesehatan di wilayah pedalaman, serta pembentukan posko layanan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.
Selain persoalan haji, Pigai juga menyoroti berbagai tantangan lain yang dihadapi masyarakat Papua Tengah, mulai dari kesulitan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, hingga administrasi kependudukan. Masyarakat di berbagai distrik yang dikunjungi mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana yang mendukung kesejahteraan mereka.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Pigai untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah pusat benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat di Papua Tengah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan haji dan peningkatan layanan publik di wilayah tersebut.











