Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

Maraknya Pengungkapan Kasus Narkoba, Rampeyani Minta Perketat Pengawasan di Pintu Masuk 

Etty Welerbadge-check


					Maraknya Pengungkapan Kasus Narkoba, Rampeyani Minta Perketat Pengawasan di Pintu Masuk  Perbesar

TIMIKA – Peredaran narkoba di Kabupaten Mimika kembali menjadi perhatian serius, terutama setelah beberapa kali penangkapan dilakukan oleh pihak Kepolisian sejak awal tahun 2025.

Anggota DPRD Mimika, Rampeyani Rahmat memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba di Timika, selain itu ia juga menilai bahwa permasalahan narkoba di daerah ini bukanlah hal baru, tetapi hingga kini belum ditangani dengan maksimal.

“Sebelum saya menjadi anggota dewan, saya sudah melihat bagaimana narkoba merusak masyarakat, terutama generasi muda di Mimika Timur. Saya merasa persoalan ini harus dikawal dengan serius karena menurut saya, narkoba ini tidak pernah benar-benar hilang dari Mimika,” ujar Rampeyani dalam keterangannya.

Menurutnya, fakta bahwa narkoba terus ditemukan dan disita menunjukkan bahwa belum ada upaya serius dari pihak terkait dalam memberantas peredarannya. Jika pengawasan benar-benar diperketat, maka jumlah narkoba yang masuk seharusnya menurun, bukan malah terus meningkat.

Rampeyani mengungkapkan bahwa narkoba di Mimika umumnya masuk melalui jalur laut dan udara, termasuk melalui jasa pengiriman. Meski di bandara telah tersedia alat pemindai X-ray dan di pelabuhan ada petugas yang bertugas mengawasi, namun peredaran narkoba masih tetap tinggi.

“Kalau kita semua tahu bahwa narkoba ini merusak generasi dan negara sudah jelas mengharamkannya, kenapa tidak ada tindakan yang lebih tegas? Ini artinya ada celah yang harus segera ditutup agar peredaran narkoba bisa benar-benar dicegah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rampeyani menekankan pentingnya koordinasi antara pihak berwenang, termasuk kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, serta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan di dua jalur utama masuknya narkoba.

“Ini yang harus kita duduk bersama, mencari solusi agar jalur laut dan udara benar-benar diawasi dengan maksimal. Jika kita tidak segera bertindak, maka generasi muda di Mimika akan terus menjadi korban,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berperan aktif dalam membantu pemerintah serta aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran narkoba.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Kita harus bergerak bersama agar Mimika terbebas dari jeratan narkoba,” tutupnya. (ET)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline