TIMIKA – Dua peristiwa kebakaran beruntun terjadi dalam satu hari di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Jumat (10/1/2025). Kebakaran di dua lokasi yang berbeda, namun waktu kejadian tidak berselang jauh. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.00 WIT yang meludeskan satu unit rumah kosong berkontruksi semi permanen, di SP2 tepat jalan Anggur, jalur 1, RT 10.
Penyebab kebakaran diduga ada anak-anak yang sedang bermain masak-masakan dan membakar bantal, kemudian membuangnya kedalam rumah, sehingga rumah tersebut ludes dilahap api.
Petugas Damkar dengan sigap turun ke lokasi kebakaran dan berhasil memadamkan api. Beruntun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa kedua terjadi sekitar satu jam lebih dari kejadian pertama, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIT. Kejadian ini menghanguskan satu unit gudang bekas kandang ayam dan 10 kamar kos yang berlokasi di lorong arena lama, jalan Hasanuddin, Timika.
Kurang lebih 6 armada damkar diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang dengan cepat merambat ke bangunan lain. Beruntun tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta bahkan sampai Miliar.
Penghuni kos-kos an, Leni dan Rustam mengaku ketika lihat api mereka hanya pikir selamatkan diri. Karena api cepat sekali menyebar. Apalagi rumahnya berbahan kayu yang mudah terbakar jadi tidak ada yang bisa diselamatkan.
“Kami lihat api dari gudang bekas kandang. Begitu ada api kami mau selamatkan barang-barang tapi api sudah cepat sekali besar jadi kami lari keluar dengan pakaian dibadan dan hanya bawah beberapa surat penting. Rumah dari kayu jadi mudah terbakar,” kata Ibu Leni.
Dengan kejadian kebakaran didua lokasi tersebut,terlihat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Mimika bekerja keras dengan mengerahkan 6 unit mobil untuk memadamkan api. Hal ini agar api dilokasi kebakaran tidak merambet ke tempat lain.
Pemilik Rumah, H. Bahrun mengatakan rumahnya adalah kos-kos an. Jumlah kamar ada 10, namun yang terpakai hanya lima kamar. Saat kejadian, dirinya sedang keluar membeli makan.
“Waktu kejadian saya diluar, saat lihat asap tebal hitam dari jalan Yos Sudarso, saya berpikir kebakaran di budi utomo. Ternyata di rumah saya. Saat hendak masuk jalan sudah dipalang jadi saya lewat belakang,” kata Bahrun.
Dalam kejadian tersebut, pemilik dilokasi kebakaran kedua mengaku mengalami kerugian 2 miliar.
“Karena selain 10 kamar, kalau gudang itu dulunya tempat pembibitan ayam dan sekarang sudah tidak dipakai lagi dan diisinya kemasan plastik berbagai item,” ungkap H.Bahrun saat ditemui dilokasi kejadian.
Dalam satu pekan terakhir ini, sudah ada empat kejadian kebakaran, yang tidak menyisahkan apapun. Semua harta benda warga habis terbakar. Masyarakat diminta lebih waspada memperhatikan rumah dan aktifitas didalamnya. (IT)






