Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Pangdam XVII/Cenderawasih Menerima Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Bahas Penanganan Stunting

Etty Welerbadge-check


					Pangdam XVII/Cenderawasih Menerima Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Bahas Penanganan Stunting Perbesar

TIMIKA – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Bapak Sarles Brabar, S.E., M.Si dalam rangka membahas langkah konkret penanganan masalah stunting di Papua, bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/12/2024).

Kegiatan audiensi ini juga membahas mengenai langkah langkah yang perlu diambil dalam usaha untuk menurunkan kasus Stunting.

Pada kesempatan ini, Bapak Sarles Brabar mengatakan pentingnya penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai fase krusial mencegah stunting. Beliau juga menyoroti peran BKKBN dalam mengidentifikasi risiko stunting dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan intervensi tepat sasaran.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, untuk memastikan edukasi dan pencegahan stunting dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Pendekatan ini dilakukan bertahap, dimulai dari edukasi orang tua dan intervensi langsung terhadap keluarga berisiko,” jelas Sarles Brabar.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cen Mayjen TNI Rudi Puruwito, menegaskan bahwa TNI AD, khususnya Kodam siap mendukung upaya penanganan Stunting di Papua. Salah satu fokusnya adalah pemetaan data stunting yang lebih akurat, termasuk identifikasi penyebab utama seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan penyakit penyerta lainnya.

“Data akurat dan pemetaan per wilayah sangat penting untuk menentukan intervensi yang efektif. Kita harus mengetahui secara rinci titik-titik kasus Stunting, penyebab utamanya, serta memastikan adanya langkah pencegahan dan penanganan yang terukur,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga mengantensi pentingnya kampanye yang lebih masif dan koordinasi antar instansi dalam mensosialisasikan program pencegahan Stunting kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Kodam XVII/Cen dan BKKBN diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka Stunting di Papua melalui pendekatan berbasis data, edukasi yang intensif, serta kampanye yang melibatkan berbagai pihak. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan program bersama yang lebih efektif dalam menangani masalah Stunting di Papua. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Calon Anggota BPK Bakal Diuji Komite IV DPD RI Akhir September

12 September 2026 - 05:54 WIB

FB IMG

Ketua Komite IV DPD RI Apresiasi Program Pembukaan Rekening untuk 200 Juta Warga, BPD Jangan Ditinggalkan

12 September 2026 - 05:49 WIB

Q

Mama Makdalena Masih Membaca di Usia 56 Tahun, Jadi Tamparan bagi Kemalasan Anak Muda

11 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260911 WA0015

Penyulutan Obor Prasetya Tandai Peringatan HUT ke-81 RRI di Nabire

11 September 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260911 WA0002

Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare

11 September 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260911 WA0001
Trending di Headline