Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Pangdam XVII/Cenderawasih Menerima Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Bahas Penanganan Stunting

Etty Welerbadge-check


					Pangdam XVII/Cenderawasih Menerima Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Bahas Penanganan Stunting Perbesar

TIMIKA – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Bapak Sarles Brabar, S.E., M.Si dalam rangka membahas langkah konkret penanganan masalah stunting di Papua, bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (17/12/2024).

Kegiatan audiensi ini juga membahas mengenai langkah langkah yang perlu diambil dalam usaha untuk menurunkan kasus Stunting.

Pada kesempatan ini, Bapak Sarles Brabar mengatakan pentingnya penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai fase krusial mencegah stunting. Beliau juga menyoroti peran BKKBN dalam mengidentifikasi risiko stunting dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan intervensi tepat sasaran.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, untuk memastikan edukasi dan pencegahan stunting dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Pendekatan ini dilakukan bertahap, dimulai dari edukasi orang tua dan intervensi langsung terhadap keluarga berisiko,” jelas Sarles Brabar.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cen Mayjen TNI Rudi Puruwito, menegaskan bahwa TNI AD, khususnya Kodam siap mendukung upaya penanganan Stunting di Papua. Salah satu fokusnya adalah pemetaan data stunting yang lebih akurat, termasuk identifikasi penyebab utama seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan penyakit penyerta lainnya.

“Data akurat dan pemetaan per wilayah sangat penting untuk menentukan intervensi yang efektif. Kita harus mengetahui secara rinci titik-titik kasus Stunting, penyebab utamanya, serta memastikan adanya langkah pencegahan dan penanganan yang terukur,” ungkap Pangdam.

Pangdam juga mengantensi pentingnya kampanye yang lebih masif dan koordinasi antar instansi dalam mensosialisasikan program pencegahan Stunting kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Kodam XVII/Cen dan BKKBN diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka Stunting di Papua melalui pendekatan berbasis data, edukasi yang intensif, serta kampanye yang melibatkan berbagai pihak. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan program bersama yang lebih efektif dalam menangani masalah Stunting di Papua. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline