Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Pagar Sekolah SMPN 11 Digembok dan Dipasang Daun Kelapa Oleh Dua Lembaga Adat 

Etty Welerbadge-check


					Pagar Sekolah SMPN 11 Digembok dan Dipasang Daun Kelapa Oleh Dua Lembaga Adat  Perbesar

TIMIKA – Lembaga masyarakat adat suku Amungme dan Kamoro (Lemasa dan Lemasko) palang Sekolah SMP Negeri 11 Mimika di jalan Pendidikan Timika, Senin (16/12/2024).

Pantauan dilapangan sejumlah massa dari Lemasa dan Lemasko berada didepan SMP Negeri 11 Timika, sementara pagar sekolah digembok menggunakan rantai oleh Lemasa dan pagar sekolah tersebut dipasang daun kelapa oleh Lemasko.

Ketua Lemasa Karel Kum didampingi ketua Lemasko Sony Fredy Atiamona mengatakan, pihaknya mempertanyakan asrama yang dibangun saat pemerintahan Kabupaten Fakfak untuk anak-anak Amungme Kamoro.

“Jadi itu dulu Pemerintah Fakfak ada bangun asrama sekaligus sekolah SMP Negeri 2. Tapi sekarang asrama itu tidak ada malah jadi sekolah SMP Negeri 11. Itu yang kami pertanyakan kenapa setelah dimekarkan jadi Kabupaten Mimika, asrama itu tidak ada dan kami palang sekolah,” katanya.

Karel mengungkapkan pihaknya mempertanyakan kepada Pemda Mimika khususnya Dinas Pendidikan pasalnya Asrama tersebut pengelolaannya melibatkan lembaga adat.

“Kami pertanyakan dimana asrama dan status tanahnya karena kami lembaga adat punya kewenangan. Administrasi asrama ada dan saya orang pertama sebagai pengurus asrama tersebut,”ungkapnya.

Karel menegaskan pihaknya tidak akan membuka palang sekolah sebelum ada kejelasan dari Pemda Mimika. Oleh sebab itu pihaknya mengundang Pemda Mimika untuk menjelaskan.

“Kami tidak akan buka palang kalau tidak ada penjelasan. Sampai kapanpun kami tidak akan buka jika tidak ada kejelasan,”tegasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh

17 April 2026 - 03:45 WIB

Antarafoto program media pers dan pembangunan peradaban ham 1773239523 ratio 16x9

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Penyelesaian Konflik Tapal Batas Adat Kapiraya

16 April 2026 - 16:11 WIB

IMG 20260416 WA0044

Gubernur Nawipa Buka FGD RPPLH, Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA Bijak

16 April 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260416 WA0037

Atas Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

16 April 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260416 WA0022

Makna Sejati Pengabdian Dengan Hadir Langsung Menjawab Panggilan Kemanusiaan

16 April 2026 - 15:47 WIB

IMG 20260416 WA0025
Trending di Headline