Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

News

Enam Kabupaten di Papua Tengah Gunakan Sistem Noken

adminbadge-check


					 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni Perbesar

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni

MIMIKA-Komisi Pemilihan Umum( KPU) Provinsi Papua Tengah, menyatakan kesiapannya telah mencapai 95 persen dalam menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan,yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

Kesiapan tersebut mencakup jumlah Tempat Pemungutan Suara( TPS),Petugas dan Pelaksana Pemungutan Suara. Sementara 5 persennya adalah proses pemungutan suara.
Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, Sabtu(23/11/2024).

Jennifer Darling juga mengungkapkan,dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, 6 kabupaten menggunakan sistem noken.

” Enam kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, akan menggunakan sistem noken, sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Sementara itu, Kabupaten Mimika dan Nabire menggunakan sistem satu orang satu suara (one man, one vote).

Ia menjelaskan, sistem noken ini telah diatur melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan dituangkan dalam PKPU Nomor 25 Tahun 2023 serta Keputusan KPU Nomor 17 Tahun 2004. Sosialisasi terkait sistem noken telah dilakukan oleh KPU kabupaten bersama partai politik, Forkopimda, dan masyarakat pemilih melalui forum diskusi kelompok (FGD).

Sementara itu untuk kesiapan logistik juga menjadi perhatian utama, dimana 6 kabupaten akan menggunakan transportasi darat dan udara, termasuk helikopter, truk, dan pengangkutan manual, sedangkan empat kabupaten lainnya menambah opsi transportasi laut dengan perahu, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Sementara untuk penyelenggara, KPU Papua Tengah telah membentuk badan ad hoc dengan rincian 655 anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD), 3.585 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan 18.319 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Jennifer juga menjelaskan adanya TPS khusus di tiga lokasi strategis, yakni Lapas Kelas 2B Nabire dengan 125 pemilih, Lapas Kelas 2B Mimika dengan 141 pemilih, serta area pertambangan PT Freeport Indonesia di Mimika yang mencakup 23 TPS untuk melayani 10.451 pemilih. Dengan total 131 distrik serta 1.195 kelurahan atau kampung.

Untuk pengamanan, sebanyak 5.234 personel Linmas atau Pengamanan TPS (Pam TPS) telah direkrut dari masyarakat setempat. Selain itu, pihak TNI dan Polri akan menugaskan satu personel di setiap TPS.

“Dengan segala persiapan ini, kami optimis penyelenggaraan Pilkada Serentak di Papua Tengah dapat berlangsung lancar, adil, dan sesuai jadwal,” tutup Jennifer.( Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh

17 April 2026 - 03:45 WIB

Antarafoto program media pers dan pembangunan peradaban ham 1773239523 ratio 16x9

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Penyelesaian Konflik Tapal Batas Adat Kapiraya

16 April 2026 - 16:11 WIB

IMG 20260416 WA0044

Gubernur Nawipa Buka FGD RPPLH, Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA Bijak

16 April 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260416 WA0037

Atas Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

16 April 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260416 WA0022

Makna Sejati Pengabdian Dengan Hadir Langsung Menjawab Panggilan Kemanusiaan

16 April 2026 - 15:47 WIB

IMG 20260416 WA0025
Trending di Headline