MIMIKA-Komisi Pemilihan Umum( KPU) Provinsi Papua Tengah, menyatakan kesiapannya telah mencapai 95 persen dalam menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan,yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.
Kesiapan tersebut mencakup jumlah Tempat Pemungutan Suara( TPS),Petugas dan Pelaksana Pemungutan Suara. Sementara 5 persennya adalah proses pemungutan suara.
Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, Sabtu(23/11/2024).
Jennifer Darling juga mengungkapkan,dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, 6 kabupaten menggunakan sistem noken.
” Enam kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, akan menggunakan sistem noken, sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Sementara itu, Kabupaten Mimika dan Nabire menggunakan sistem satu orang satu suara (one man, one vote).
Ia menjelaskan, sistem noken ini telah diatur melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan dituangkan dalam PKPU Nomor 25 Tahun 2023 serta Keputusan KPU Nomor 17 Tahun 2004. Sosialisasi terkait sistem noken telah dilakukan oleh KPU kabupaten bersama partai politik, Forkopimda, dan masyarakat pemilih melalui forum diskusi kelompok (FGD).
Sementara itu untuk kesiapan logistik juga menjadi perhatian utama, dimana 6 kabupaten akan menggunakan transportasi darat dan udara, termasuk helikopter, truk, dan pengangkutan manual, sedangkan empat kabupaten lainnya menambah opsi transportasi laut dengan perahu, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.
Sementara untuk penyelenggara, KPU Papua Tengah telah membentuk badan ad hoc dengan rincian 655 anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD), 3.585 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan 18.319 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Jennifer juga menjelaskan adanya TPS khusus di tiga lokasi strategis, yakni Lapas Kelas 2B Nabire dengan 125 pemilih, Lapas Kelas 2B Mimika dengan 141 pemilih, serta area pertambangan PT Freeport Indonesia di Mimika yang mencakup 23 TPS untuk melayani 10.451 pemilih. Dengan total 131 distrik serta 1.195 kelurahan atau kampung.
Untuk pengamanan, sebanyak 5.234 personel Linmas atau Pengamanan TPS (Pam TPS) telah direkrut dari masyarakat setempat. Selain itu, pihak TNI dan Polri akan menugaskan satu personel di setiap TPS.
“Dengan segala persiapan ini, kami optimis penyelenggaraan Pilkada Serentak di Papua Tengah dapat berlangsung lancar, adil, dan sesuai jadwal,” tutup Jennifer.( Mercy)






