Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Enam Kabupaten di Papua Tengah Gunakan Sistem Noken

adminbadge-check


					 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni Perbesar

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni

MIMIKA-Komisi Pemilihan Umum( KPU) Provinsi Papua Tengah, menyatakan kesiapannya telah mencapai 95 persen dalam menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan,yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

Kesiapan tersebut mencakup jumlah Tempat Pemungutan Suara( TPS),Petugas dan Pelaksana Pemungutan Suara. Sementara 5 persennya adalah proses pemungutan suara.
Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, Sabtu(23/11/2024).

Jennifer Darling juga mengungkapkan,dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, 6 kabupaten menggunakan sistem noken.

” Enam kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, akan menggunakan sistem noken, sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Sementara itu, Kabupaten Mimika dan Nabire menggunakan sistem satu orang satu suara (one man, one vote).

Ia menjelaskan, sistem noken ini telah diatur melalui keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan dituangkan dalam PKPU Nomor 25 Tahun 2023 serta Keputusan KPU Nomor 17 Tahun 2004. Sosialisasi terkait sistem noken telah dilakukan oleh KPU kabupaten bersama partai politik, Forkopimda, dan masyarakat pemilih melalui forum diskusi kelompok (FGD).

Sementara itu untuk kesiapan logistik juga menjadi perhatian utama, dimana 6 kabupaten akan menggunakan transportasi darat dan udara, termasuk helikopter, truk, dan pengangkutan manual, sedangkan empat kabupaten lainnya menambah opsi transportasi laut dengan perahu, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Sementara untuk penyelenggara, KPU Papua Tengah telah membentuk badan ad hoc dengan rincian 655 anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD), 3.585 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan 18.319 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Jennifer juga menjelaskan adanya TPS khusus di tiga lokasi strategis, yakni Lapas Kelas 2B Nabire dengan 125 pemilih, Lapas Kelas 2B Mimika dengan 141 pemilih, serta area pertambangan PT Freeport Indonesia di Mimika yang mencakup 23 TPS untuk melayani 10.451 pemilih. Dengan total 131 distrik serta 1.195 kelurahan atau kampung.

Untuk pengamanan, sebanyak 5.234 personel Linmas atau Pengamanan TPS (Pam TPS) telah direkrut dari masyarakat setempat. Selain itu, pihak TNI dan Polri akan menugaskan satu personel di setiap TPS.

“Dengan segala persiapan ini, kami optimis penyelenggaraan Pilkada Serentak di Papua Tengah dapat berlangsung lancar, adil, dan sesuai jadwal,” tutup Jennifer.( Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018

SKKP Survei Lokasi Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis di Nabire

12 Maret 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260312 WA0017

KAPP Papua Tengah Sambut Kunjungan SKKP Investasi dan UMKM di Bandara Douw Aturure Nabire

12 Maret 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260312 WA0008

Pemkab Nabire Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri 1447 H

12 Maret 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260312 WA0004

Jenazah Korban Penembakan di Area Freeport Dipulangkan ke Kampung Halaman

12 Maret 2026 - 09:54 WIB

IMG 20260311 WA0020
Trending di Headline