Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Pemkab Mimika Masuk Nominasi Dalam Ajang IGA 2024

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Mimika Masuk Nominasi Dalam Ajang IGA 2024 Perbesar

TIMIKA – Indeks Inovasi Daerah adalah sistem yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh Inovasi Daerah baik itu bidang Digital maupun Non Digital, yang kemudian akan dilakukan pengukuran dan penilaian terhadap masing-masing inovasi yang dikirimkan ke Kemendagri.

Oleh karena sesuai dengan pemberitahuan dari Menteri dalam Negeri (Mendagri), tahun ini Kabupaten Mimika terpilih sebagai salah satu nominator dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024.

“Selain Kabupaten Mimika yang masuk nominator, ada juga Papua lainnya yaitu Sorong, Kaimana dan Jayapura. Menurut informasi dari kementerian nominasi ini akan diumumkan pada pertengahan November di Surabaya,”kata Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, Kamis (7/11/2024).

Disampaikan Yohana bahwa sebelumnya Pemkab Mimika mengirimkan sebanyak
62 inovasi namun hanya 29 inovasi yang dianggap sudah cukup untuk diikutkan di dalam nominator ini.

“Dari 29 inovasi tersebut ada dua inovasi yang menjadi unggulan Kabupaten Mimika yaitu inovasi kesehatan dari Puskesmas Wania dan Paten Gunung Mesir dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil),” ujarnya.

Diterangkannya, untuk inovasi kesehatan dari Puskesmas Wania yakni Inovasi Kelabu Cinta. Dimana Inovasi Kelabu Cinta adalah kelas ibu hamil cegah kematian ibu dan anak berbasis digital.

“Itu yang kita ajukan sebagai inovasi unggulan karena itu juga urusan kesehatan dan sangat berhubungan tentang prioritas nasional, tentang stunting dan juga menjadi urusan wajib pelayanan dasar,” terang Yohana.

Sementara untuk inovasi unggulan kedua adalah Paten Gunung Mesir dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) ini adalah Pelayanan Adminduk Terpadu Kecamatan distrik pegunungan menuju pesisir.

“Tahap berikutnya setelah presentasi inovasi ini, akan ada tim penilai yang datang ke setiap daerah untuk melihat kebenaran dari setiap inovasi yang sudah disampaikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yohana mengungkapkan bahwa di tahun 2022 indeks inovasi Kabupaten Mimika itu masih disclaimer alias nol. Sementara di tahun 2023 indeks inovasi daerah Mimika mengalami kenaikan walaupun masih rendah yaitu 2,10 persen. Namun di tahun 2024 indeks inovasi Mimika meloncat ke angka 45,16 persen.

“Tim pusat dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri pun melihat bahwa itu merupakan lompatan yang sangat luar biasa,”ungkapnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline