Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Klarifikasi Salah Satu Paslon Soal Senjata, Ternyata Senapan Angin Dimodif Seolah Senjata Benaran

Etty Welerbadge-check


					Klarifikasi Salah Satu Paslon Soal Senjata, Ternyata Senapan Angin Dimodif Seolah Senjata Benaran Perbesar

TIMIKA – Salah satu pasangan calon kepala daerah bersama ketua timnya akhirnya memberikan klarifikasi terkait beredarnya video masyarakat pendukung yang terekam membawa dua pucuk senapan diduga mirip senjata api (senpi) dalam sebuah penyambutan beberapa waktu lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiartha saat ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jumat (25/10/2024).

“Kami telah memanggil mereka dan mereka sudah klarifikasi bahwa bukan sengaja melakukan hal itu, karena mereka tidak mengerti dan tidak tahu dengan keberadaan istilahnya penggunaannya. Yang jelas ini bukan senjata api ,ini senapan angin,” kata Kapolres Mimika.

Menurut Kapolres, senapan yang sudah disita dan dijadikan sebagai BB itu memang sengaja dimodif seolah-olah senjata benaran.

“Kita sudah lihat sama-sama senapan anginnya, dimana satu senapannya itu pura-pura ada magazinenya. Dan untuk senapan yang satunya lagi itu bukan peredam asli tapi hanya fariasi saja dan sudah tidak berfungsi,” ujar AKBP I Komang.

Lanjut Kapolres,”Barang-barang ini sudah rusak dan mereka saat itu hanya untuk gagah-gagahan saja atau gaya-gaya saja,”sambung AKBP I Komang.

Terkait hal ini, kata Kapolres bahwa pihaknya sudah menghimbau agar tidak boleh terulang lagi karena dapat meresahkan masyarakat.

“Mereka juga memohon maaf karena ketidaktahuan mereka dan juga ini bukan diseting seperti itu,” kata AKBP I Komang. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline