Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih

Etty Welerbadge-check


					Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih Perbesar

TIMIKA – Memperingati pesta emas YPPK Tanah Papua, Pengawas YPPK Se-Keuskupan Timika, Agustius Adi berharap YPPK bisa diterima oleh siapapun, menjadi Yayasan yang menjalankan pendidikan untuk menyelamatkan orang-orang kecil dengan cinta kasih.

Ignatius mengungkapkan rasa bangganya saat YPPK bisa mencapai usia 50 tahun. Ia menuturkan YPPK didirikan pada tahun 1974. Dari tahun 1983-1992,  YPPK hanya ada satu untuk lima Keuskupan di Tanah Papua.

Memang, ini adalah salah satu yayasan pendidikan yang cukup besar. Kita jalankan pendidikan mulai dari TK sampai SMA,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (02/08).

  1. Ignasius menambahkan YPPK adalah sekolah toleransi. Di mana lulusan 50 tahun ini tidak memandang Agama. Banyak pejabat di Tanah Papua yang merupakan alumni YPPK se-Tanah Papua dan berasal dari berbagai agama.

    Hingga sekarang di usia 50 tahun, sudah ada 150 sekolah YPPK tingkat TK-SMA yang tersebar di 14 kabupaten se-Tanah Papua. Dengan jumlah siswa diperkirakan mencapai 8000 orang. Bahkan, besar kemungkinan akan bertambah lagi.

    Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerukan perdamaian bagi daerah-daerah konflik yang mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah. Seperti di Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya, mengalami kesulitan yang menghambat masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan. Namun, kata Ignasius, YPPK di daerah tersebut tetap jalan meskipun sekolah negeri dan yayasan lain tutup.

    Ia mengingatkan agar masyarakat yang ada di sana harus mengingat bahwa SDM itu didapat dari pedidikan. Konflik dan permusuhan harus diminimalkan karena  korban itu bukan hanya yang dibunuh, tetapi orang tidak bisa bersekolah sama saja dengan mematikan masa depan.

    Maka harus takut sama Tuhan. Selama mereka tidak takut pada Tuhan sesuai agama masing-masing, mereka tetap mencari pengamanan dengan bertentangan satu sama lain,” tegasnya.

    Ignasius berharap, perayaan 50 tahun YPPK di Tanah Papua ke depannya semakin maju dalam segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline