Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih

Etty Welerbadge-check


					Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih Perbesar

TIMIKA – Memperingati pesta emas YPPK Tanah Papua, Pengawas YPPK Se-Keuskupan Timika, Agustius Adi berharap YPPK bisa diterima oleh siapapun, menjadi Yayasan yang menjalankan pendidikan untuk menyelamatkan orang-orang kecil dengan cinta kasih.

Ignatius mengungkapkan rasa bangganya saat YPPK bisa mencapai usia 50 tahun. Ia menuturkan YPPK didirikan pada tahun 1974. Dari tahun 1983-1992,  YPPK hanya ada satu untuk lima Keuskupan di Tanah Papua.

Memang, ini adalah salah satu yayasan pendidikan yang cukup besar. Kita jalankan pendidikan mulai dari TK sampai SMA,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (02/08).

  1. Ignasius menambahkan YPPK adalah sekolah toleransi. Di mana lulusan 50 tahun ini tidak memandang Agama. Banyak pejabat di Tanah Papua yang merupakan alumni YPPK se-Tanah Papua dan berasal dari berbagai agama.

    Hingga sekarang di usia 50 tahun, sudah ada 150 sekolah YPPK tingkat TK-SMA yang tersebar di 14 kabupaten se-Tanah Papua. Dengan jumlah siswa diperkirakan mencapai 8000 orang. Bahkan, besar kemungkinan akan bertambah lagi.

    Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerukan perdamaian bagi daerah-daerah konflik yang mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah. Seperti di Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya, mengalami kesulitan yang menghambat masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan. Namun, kata Ignasius, YPPK di daerah tersebut tetap jalan meskipun sekolah negeri dan yayasan lain tutup.

    Ia mengingatkan agar masyarakat yang ada di sana harus mengingat bahwa SDM itu didapat dari pedidikan. Konflik dan permusuhan harus diminimalkan karena  korban itu bukan hanya yang dibunuh, tetapi orang tidak bisa bersekolah sama saja dengan mematikan masa depan.

    Maka harus takut sama Tuhan. Selama mereka tidak takut pada Tuhan sesuai agama masing-masing, mereka tetap mencari pengamanan dengan bertentangan satu sama lain,” tegasnya.

    Ignasius berharap, perayaan 50 tahun YPPK di Tanah Papua ke depannya semakin maju dalam segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Papua 2026-2031 Masuki Tahap Wawancara Faktual

9 Juni 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260609 WA0042

Gerak Cepat Polisi Tangkap Pelaku Curas yang Pukul dan Banting Wanita di Timika

9 Juni 2026 - 14:34 WIB

IMG 20260609 WA0107

Ditinggal Beli Makan Motor Matic Digasak Maling, Pelaku Ditangkap Usai Aksi Kejar-Kejaran Dengan Korban

9 Juni 2026 - 14:28 WIB

IMG 20260609 WA0087

Pemprov Papua Tengah Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Kajian Potensi Daerah dan Peluncuran Koperasi Honai Papua Tengah Terang

9 Juni 2026 - 14:21 WIB

IMG 20260609 WA0081

Aksi Curas Terekam CCTV, Korban Seorang Wanita Dipukul dan HP di bawa Kabur

9 Juni 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260609 WA0060
Trending di Headline