Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Aksi Penghijauan di Grasberg Awali Rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 di Kabupaten Mimika

adminbadge-check


					Aksi Penghijauan di Grasberg Awali Rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 di Kabupaten Mimika Perbesar

TIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika,

melakukan aksi penghijauan di kawasan Grasberg, yang berada di ketinggian 4.300 meter di atas permukaan laut, Distrik Tembagapura, Rabu (15/5).

Kegiatan ini mengawali rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Aksi penghijauan ini bagian dari program reklamasi yang dilakukan PTFI, komitmen kami dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup, baik selama masa operasi dan juga pascatambang terbuka

Grasberg,” kata Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI Carl Tauran.

Sebanyak 200 orang mengikuti penghijauan di area Grasberg terdiri dari perwakilan karyawan

PTFI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, perwakilan tokoh agama Tembagapura

dan komunitas istri karyawan. Di kawasan seluas 1 hektar, telah ditanam sebanyak 400 bibit tumbuhan endemik ekosistem alpine Pegunungan Tengah Papua seperti Coprosma brassii,

Olearia sp., Rhododendron sp., Tasmania piperita., Cyatea sp., Papuacalia sp.

Carl mengatakan program Penghijauan Grasberg merupakan bagian dari program reklamasi

batuan penutup PTFI yang menjadi bagian dari Rencana Reklamasi 5 Tahun sejak tahun 1999.

 

“Ini bagian dari komitmen kami dalam pengelolaan dampak lingkungan dari kegiatan

penambangan terbuka Grasberg yang telah diakhiri pada tahun 2020. Hingga akhir tahun 2023, total area timbunan batuan penutup Grasberg yang telah direklamasi seluas 507 hektar,” katanya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Frans Kambu mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PTFI.

 

“Kegiatan ini dapat terlaksana berkat adanya komunikasi yang baik antara

PTFI dengan Pemerintah Kabupaten Mimika. Penanaman ini adalah langkah yang efektif dalam menekan dampak perubahan iklim. Upaya yang kita lakukan hari ini berkontribusi dalam penurunan emisi. Saya harap, kepedulian kita tak hanya berhenti di sini,” kata Frans.

Lebih lanjut, Kadis DLH Mimika berharap kegiatan penghijauan yang dilaksanakan PTFI dapat

menginspirasi instansi lain dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika dalam melestarikan lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 mengambil tema Land Restoration, Desertification and

Drought Resilience (“Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan”).

Setelah penghijauan Grasberg, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 akan dilanjutkan dengan

kompetisi, talkshow, sharing session, pelepasliaran satwa endemik Papua, dan lain-lain.

 

Acara puncak Hari Lingkungan Hidup PTFI 2024 direncanakan akan dilaksanakan pada 10-12 Juli

mendatang di Gedung Eme Neme Yauware Timika, melalui penyelenggaraan Expo Lingkungan.

Adapun upaya pengelolaan dampak lingkungan PTFI melalui kegiatan reklamasi juga dilakukan

di kawasan pengendapan tailing, dimana sampai saat ini kawasan pengendapan tailing seluas

762 hektar telah direklamasi dan 930 hektar kawasan di muara Sungai Ajkwa telah ditanami dengan spesies mangrove.

Tanggung jawab PTFI dalam pemulihan lahan tidak hanya dilakukan di wilayah Ijin Usaha

Pertambangan Khusus (IUPK) saja tetapi juga membantu pemerintah dengan melakukan

rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung di wilayah Jayapura. Kawasan seluas 2.338

hektar telah ditanami dengan bibit tanaman hutan dan buah-buahan dari total 4.232 hektar sampai 2025.

“Kami berharap melalui berbagai program lingkungan tersebut dapat menciptakan ekosistem

yang baik bagi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Carl. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline