Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Wilhelmus Pigai Minta Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi untuk Program MBG

adminbadge-check


					Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai Perbesar

Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai

JAKARTA – Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, meminta setiap badan publik yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Langkah ini dinilai penting agar badan publik yang mengelola dana MBG dapat memberikan penjelasan atau tanggapan ketika masyarakat mengajukan permohonan informasi terkait program ini apalagi anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Wilhelmus Pigai, yang juga merupakan mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Papua periode 2019 – 2023, keterbukaan informasi sangat penting dalam pengelolaan program pemerintah, termasuk MBG. Ia menegaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib menjamin adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.

“UU Nomor 14 Tahun 2008 menyatakan bahwa informasi adalah kebutuhan pokok setiap orang untuk pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya. Selain itu, informasi juga merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional,” ujar Wilhelmus. Senin, (24/02/2025).

Wilhelmus menilai aksi ini bisa terjadi karena para siswa maupun masyarakat kurang mendapatkan informasi secara baik dari pemerintah terkait MBG. Ia menyarankan agar pemerintah maupun pihak terkait harus melakukan sosialisasi secara lebih intensif. Tuntutan ini muncul seiring dengan gelombang demonstrasi yang dilakukan sejumlah pelajar di Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua. Para pelajar tersebut menolak program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan lebih menginginkan pendidikan gratis dibandingkan makanan bergizi gratis.

Wilhelmus Pigai berharap pembentukan PPID dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan publik terkait alokasi dana dan implementasi MBG. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan transparansi dan mengurangi kesalahpahaman di masyarakat terkait program MBG dan juga program lain.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Mimika Dorong Implementasi Manajemen Pengetahuan SPBE

18 September 2026 - 14:05 WIB

IMG 20260917 WA0033

Masyarakat Adat Makimi Datangi DPR Papua Tengah, Minta PT Kristalin Kembali Bekerja

18 September 2026 - 14:00 WIB

IMG 20260918 WA0083

Pemkab Mimika Dorong Penanganan TB Lebih Terpadu

18 September 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260917 WA0029

Polisi Amankan Enam Orang Beserta Puluhan Anak Panah dan Dua Parang  Didalam  Mobil Avanza 

18 September 2026 - 13:46 WIB

IMG 20260917 WA0009

Tiga Blok Lapas Timika Digeledah, Sejumlah Benda Berbahaya Ditemukan

18 September 2026 - 13:37 WIB

IMG 20260917 WA0001
Trending di Headline