Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Wilhelmus Pigai Minta Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi untuk Program MBG

adminbadge-check


					Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai Perbesar

Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai

JAKARTA – Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, meminta setiap badan publik yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Langkah ini dinilai penting agar badan publik yang mengelola dana MBG dapat memberikan penjelasan atau tanggapan ketika masyarakat mengajukan permohonan informasi terkait program ini apalagi anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Wilhelmus Pigai, yang juga merupakan mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Papua periode 2019 – 2023, keterbukaan informasi sangat penting dalam pengelolaan program pemerintah, termasuk MBG. Ia menegaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib menjamin adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.

“UU Nomor 14 Tahun 2008 menyatakan bahwa informasi adalah kebutuhan pokok setiap orang untuk pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya. Selain itu, informasi juga merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional,” ujar Wilhelmus. Senin, (24/02/2025).

Wilhelmus menilai aksi ini bisa terjadi karena para siswa maupun masyarakat kurang mendapatkan informasi secara baik dari pemerintah terkait MBG. Ia menyarankan agar pemerintah maupun pihak terkait harus melakukan sosialisasi secara lebih intensif. Tuntutan ini muncul seiring dengan gelombang demonstrasi yang dilakukan sejumlah pelajar di Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua. Para pelajar tersebut menolak program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan lebih menginginkan pendidikan gratis dibandingkan makanan bergizi gratis.

Wilhelmus Pigai berharap pembentukan PPID dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan publik terkait alokasi dana dan implementasi MBG. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan transparansi dan mengurangi kesalahpahaman di masyarakat terkait program MBG dan juga program lain.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017

Aksi Bersih Pantai Nabire Jadi Momentum Bangun Budaya Hidup Bersih

19 April 2026 - 12:40 WIB

IMG 20260419 WA0002

Pemkab Mimika Gandeng APIP dan APH, Perkuat Pengawasan dan Penegakan Hukum Humanis

19 April 2026 - 12:25 WIB

IMG 20260419 WA0000

Hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp56,25 Miliar kepada 2.432 Peserta

19 April 2026 - 12:17 WIB

IMG 20260418 WA0016

Kapolda Cup Mini Soccer 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 32 Tim SMP di Mimika

19 April 2026 - 06:28 WIB

IMG 20260418 WA0061
Trending di Headline