Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Evaluasi BP3OKP Papua Tengah: Seleksi CPNS dan PPPK Harus Patuhi Kuota 80 Persen untuk OAP

adminbadge-check


					Evaluasi BP3OKP Papua Tengah: Seleksi CPNS dan PPPK Harus Patuhi Kuota 80 Persen untuk OAP Perbesar

NABIRE – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) perwakilan Provinsi Papua Tengah mengadakan rapat evaluasi terkait proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Rapat ini digelar untuk memastikan penerapan kuota 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam rekrutmen berjalan sesuai aturan. Selasa, (11/02/2025).

Acara tersebut dihelat di aula kantor KPPN Nabire dan dihadiri oleh perwakilan BP3OKP Papua Tengah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nabire, BKPSDM Papua Tengah, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Nabire, Dinas P&P Papua Tengah, serta Dinas Kesehatan Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala BP3OKP Papua Tengah, Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine, menegaskan pentingnya evaluasi ini untuk memastikan kuota 80 persen bagi OAP dan 20 persen untuk Non-OAP dipatuhi secara ketat. “Tahun 2024, seleksi dilakukan secara online. Namun, dalam evaluasi kami, masih ditemukan kasus di mana Non-OAP mengisi kuota yang seharusnya diperuntukkan bagi OAP. Hal ini jelas melanggar peraturan yang berlaku,” tegas Waine.

Waine juga menekankan perlunya melibatkan OAP dalam tim admin Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang bertugas mengawasi proses seleksi. “Ini penting untuk menjaga integritas proses seleksi dan menghindari kecemburuan sosial antara OAP dan Non-OAP,” ujarnya.

Selain itu, Waine meminta BKPSDM untuk lebih ketat dalam memeriksa persyaratan administrasi sebelum peserta melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. “Pemeriksaan administrasi harus dilakukan secara transparan dan akurat agar masyarakat, baik dari formasi umum maupun khusus, dapat mempercayai proses rekrutmen ini,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dikendalikan dari Medsos, Jaringan Sabu-Ganja di Timika Dibongkar Polisi

18 September 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260918 233821

LLDIKTI Wilayah XIV Visitasi Pendirian Institut Sains dan Kesehatan Anigou Nabire

18 September 2026 - 14:39 WIB

IMG 20260918 WA0118

Diduga Terlibat Cekcok, Pria di SP 5 Tewas Ditusuk Badik

18 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260918 WA0082

Dewan Smart City Mimika Bahas Strategi Membangun Layanan Terintegrasi

18 September 2026 - 14:17 WIB

IMG 20260918 WA0034

Terduga Pelaku Pemerkosaan Tiga Warga Ditangkap Polres Mimika

18 September 2026 - 14:10 WIB

IMG 20260917 WA0128
Trending di Headline