NABIRE – Umat Tuhan diminta untuk tetap setia dan berpegang teguh pada Firman Allah di tengah berbagai tantangan kehidupan dan perkembangan zaman yang terus berubah. Pesan tersebut disampaikan oleh Ev. Enos Wakei dalam Ibadah Minggu yang berlangsung di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Nabire Jemaat Bukit Sion Portanigra, Nabire, Minggu (21/6/2026).
Dalam khotbahnya yang diambil dari 2 Timotius 3:14-17, Ev. Enos Wakei mengajak jemaat untuk menjadikan Firman Allah sebagai pedoman hidup yang tidak tergantikan. Menurutnya, orang percaya harus tetap berakar pada kebenaran Firman Tuhan agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan dan godaan dunia.
“Firman Tuhan harus menjadi pegangan hidup umat percaya karena di dalamnya terdapat kebenaran yang menuntun manusia kepada keselamatan dan kehidupan yang berkenan kepada Tuhan,” ujarnya.
Ev. Enos yang juga menjabat sebagai Wakil Gembala Sidang GKII Jemaat Bukit Sion Portanigra dan Ketua Biro Pemuda GKII Wilayah III Papua Tengah menjelaskan bahwa Firman Tuhan bersifat murni dan dapat dipercaya.
Mengacu pada Roma 2:20, ia menegaskan bahwa Firman Allah merupakan sumber pengetahuan dan kebenaran yang menjadi tuntunan bagi umat manusia. Karena itu, setiap orang percaya harus terus belajar, memahami, dan menghidupi Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia mengingatkan jemaat untuk memiliki pandangan yang benar terhadap harta dan kekayaan duniawi. Berdasarkan Amsal 11:4, ia menegaskan bahwa kekayaan yang dimiliki manusia hanyalah titipan Tuhan yang harus digunakan untuk tujuan yang memuliakan nama-Nya.
“Kekayaan dunia yang kita miliki hanyalah titipan dari Tuhan. Karena itu, hendaknya digunakan dengan bijaksana dan dipakai untuk kemuliaan Tuhan serta menjadi berkat bagi sesama,” katanya.
Dalam khotbahnya, Ev. Enos juga mengutip firman Tuhan dalam Injil Matius yang menyatakan bahwa langit dan bumi akan berlalu, tetapi Firman Allah akan tetap kekal selama-lamanya. Pesan tersebut diperkuat melalui Yesaya 55:11, yang menegaskan bahwa Firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, melainkan akan menggenapi maksud dan rencana-Nya.
Ibadah Minggu berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat. Jalannya ibadah dipandu oleh majelis jemaat selaku pembawa acara, disertai pujian dan penyembahan yang dipersembahkan oleh kelompok ibadah rayon, Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), serta pemuda jemaat.
Selain mendengarkan Firman Tuhan, jemaat juga menerima berbagai pengumuman terkait agenda pelayanan gereja yang akan dilaksanakan dalam pekan berjalan.
Ibadah tersebut dihadiri ratusan jemaat yang terdiri dari hamba-hamba Tuhan, majelis jemaat, pemuda, anak-anak, serta umat lainnya yang datang untuk bersekutu dan beribadah bersama.
Melalui pesan firman yang disampaikan, jemaat diharapkan semakin teguh dalam iman serta terus menjadikan Firman Allah sebagai dasar kehidupan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (MB)







