Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Evaluasi BP3OKP Papua Tengah: Seleksi CPNS dan PPPK Harus Patuhi Kuota 80 Persen untuk OAP

adminbadge-check


					Evaluasi BP3OKP Papua Tengah: Seleksi CPNS dan PPPK Harus Patuhi Kuota 80 Persen untuk OAP Perbesar

NABIRE – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) perwakilan Provinsi Papua Tengah mengadakan rapat evaluasi terkait proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Rapat ini digelar untuk memastikan penerapan kuota 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam rekrutmen berjalan sesuai aturan. Selasa, (11/02/2025).

Acara tersebut dihelat di aula kantor KPPN Nabire dan dihadiri oleh perwakilan BP3OKP Papua Tengah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nabire, BKPSDM Papua Tengah, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Nabire, Dinas P&P Papua Tengah, serta Dinas Kesehatan Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala BP3OKP Papua Tengah, Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine, menegaskan pentingnya evaluasi ini untuk memastikan kuota 80 persen bagi OAP dan 20 persen untuk Non-OAP dipatuhi secara ketat. “Tahun 2024, seleksi dilakukan secara online. Namun, dalam evaluasi kami, masih ditemukan kasus di mana Non-OAP mengisi kuota yang seharusnya diperuntukkan bagi OAP. Hal ini jelas melanggar peraturan yang berlaku,” tegas Waine.

Waine juga menekankan perlunya melibatkan OAP dalam tim admin Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang bertugas mengawasi proses seleksi. “Ini penting untuk menjaga integritas proses seleksi dan menghindari kecemburuan sosial antara OAP dan Non-OAP,” ujarnya.

Selain itu, Waine meminta BKPSDM untuk lebih ketat dalam memeriksa persyaratan administrasi sebelum peserta melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. “Pemeriksaan administrasi harus dilakukan secara transparan dan akurat agar masyarakat, baik dari formasi umum maupun khusus, dapat mempercayai proses rekrutmen ini,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057
Trending di Headline