Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Angka Kematian Ibu Hamil di Timika Jauh di Bawah Angka Nasional

Etty Welerbadge-check


					Angka Kematian Ibu Hamil di Timika Jauh di Bawah Angka Nasional Perbesar

TIMIKA – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika, dr. Leonard Pardede S.pOG (K), menyampaikan angka kematian maternal ibu hamil di Kabupaten Mimika jauh lebih rendah dibandingkan angka rata-rata nasional.

“Target Angka kematian maternal nasional tahun 2023 adalah 183/100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Ibu di Timika untuk tahun 2023 adalah 123/100.000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di daerah ini,” ujar dr. Leonard saat ditemui di sela-sela kegiatan ANC di Swiss Belinn Hotel, Rabu (20/11/2024).

Ia menjelaskan, penurunan angka kematian ibu hamil ini merupakan hasil dari berbagai upaya dan intervensi yang telah dilakukan, baik oleh Dinas Kesehatan maupun melalui kemitraan dengan sektor swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, bersama dukungan dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia, telah menginisiasi program-program kesehatan yang efektif, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan.

“Pelayanan Ante Natal Care (ANC), pelayanan bersalin, hingga pemantauan masa nifas sudah jauh lebih baik dibandingkan 10-15 tahun lalu. Para kader kesehatan di lapangan telah dibekali pengetahuan dan fasilitas yang memadai untuk mendukung kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Leonard menyebutkan bahwa penyebab utama kematian ibu saat ini lebih banyak terkait dengan penyakit penyerta seperti hipertensi. Sementara itu, kasus perdarahan yang sebelumnya menjadi penyebab signifikan telah berkurang drastis.

“Jika ibu hamil memiliki penyakit penyerta, penting untuk dilakukan manajemen yang baik. Selain itu, ANC yang berkualitas harus terus ditingkatkan, termasuk pemberian tablet asam folat, tambah darah, kalsium, vitamin DHA, dan nutrisi yang mendukung kesehatan ibu dan bayi, sekaligus mencegah stunting,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan petugas kesehatan yang telah disiapkan, terutama di wilayah-wilayah terpencil, demi menjaga kualitas kehamilan dan melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Dengan tingkat kelahiran sekitar 3.000-4.000 jiwa per tahun di Timika, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta mampu menekan angka kematian ibu hamil secara signifikan. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh

17 April 2026 - 03:45 WIB

Antarafoto program media pers dan pembangunan peradaban ham 1773239523 ratio 16x9

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Penyelesaian Konflik Tapal Batas Adat Kapiraya

16 April 2026 - 16:11 WIB

IMG 20260416 WA0044

Gubernur Nawipa Buka FGD RPPLH, Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA Bijak

16 April 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260416 WA0037

Atas Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

16 April 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260416 WA0022

Makna Sejati Pengabdian Dengan Hadir Langsung Menjawab Panggilan Kemanusiaan

16 April 2026 - 15:47 WIB

IMG 20260416 WA0025
Trending di Headline